Jurus pemupukan yang tepat serta iklim yang sesuai, memberi bukti serta harapan kepada petani.
IKLIM dan cuaca, jujur atau tidak – langsung atau tak langsung, tanpa sadar berpengaruh nyata bagi usaha tani di lapangan. Terbukti, bagi petani jahe di kawasan Puncak Bogor dan Cianjur (Jawa Barat) misalnya, ‘kebersamaan’ waktu musim tanam bukan merupakan sekedar sebuah kebiasaan atau ikut-ikutan.
Wandi, seorang petani muda yang sudah terbiasa berbudidaya aneka sayuran di Kampung Sukarame – Cipanas (Cianjur) saat ditemui GI di kebun jahenya usai Idul Fitri lalu tampaknya sudah bisa bernafas lega. Semangatnya bertambah, jika dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.

Hanya kurang dari dua bulan petani itu berhasil merubah kondisi pertanaman jahenya menjadi normal kembali. Sekitar kurang lebih satu setengah bulan sebelumnya, kebun jahe seluas 1,5 hektar yang menghijaukan perbukitan di kawasan kampung Sukarame Cipanas tersebut cukup membuat ‘miris’ hati pemiliknya. Tanaman kerdil, tidak seragam dan menguning.
‘Usut punya usut’, ternyata, Wandi terlambat menanam. Tanpa disadarinya, telat sekitar dua pekan saja dibanding petani jahe lainnya memberikan dampak yang nyata. Tak sedikit kecambah dari umbi (bibit) yang ditanam mati. Penyebabnya adalah panas yang terik serta gagalnya pertumbuhan kecambah.
Pupuk & Cuaca
Umumnya, setiap tahun, petani jahe di kawasan Puncak Dua dan Cianjur memulai pertanaman jahe pada bulan September hingga awal Nopember. Dalam rentang waktu tersebut curah hujan memang tidak terlalu tinggi, namun nyaris rutin turun setiap hari.
Hingga beberapa hari memasuki bulan Ramadhan lalu, curah hujan tak kunjung turun. Tanaman ‘tampak kian merana’. Meski cemas, Wandi tak ‘patah arang’. Upaya pemupukan terus dilakukan sembari berharap hujan datang.

Untunglah, menjelang Idul Fitri curah hujan mengguyur kawasan Puncak Dua dan Cipanas. Hasilnya, ‘bukit dan lembah jahe’ kawasan Sukarame itu kini kembali menghijau. Jurus pemupukan dan tepat serta iklim yang sesuai, memberi bukti serta harapan kepada petani.
***Riz***


No comment