Kolang-kaling memberikan manfaat kesehatan seperti memperkuat tulang, melancarkan pencernaan, dan meredakan radang sendi.

SEPERTIGA Ramadhan terlewati, suasana desa pertanian di Puncak Dua – Bogor begitu saja; udara dingin, hilir-mudik petani hortikultura, dan pemandangan yang indah. Bagi petani jahe –yang merupakan profesi dominan di Kampung Arca – Sukawangi, setelah tiga atau empat bulan tanam, mereka memiliki waktu luang.
Bertepatan memasuki periode pertengahan Ramadhan serta jelang Idul Fitri, beberapa diantara petani jahe memetik buah aren. Lokasinya pun tidak jauh dari kebun jahe atau sayuran. Pada lereng bukit serta pinggiran sungai, pohon aren (Arenga pinnata) tumbuh ‘perkasa’ di sela pohon hutan lainnya.

Meskipun GI sudah agak lama tidak berkunjung ke lokasi tersebut, tapi tetap saja ada yang menawarkan buah aren (kolang-kaling) mau pesan berapa lebaran nanti. “Mau berapa kilo Bang, nanti saya antar ke rumah,” tutur Enuh, salah-seorang kerabat di Sukawangi – Puncak Dua tersebut.
Bisnis Musiman
Untuk mendapatkan biji kolang-kaling, buah aren dipisah dari tandannya, lalu diproses dengan cara dibakar, direbus, dikupas, dan direndam dalam air kapur sirih. Tujuannya ialah agar kenyal dan aman dikonsumsi.
Buah yang berbentuk lonjong berwarna putih bening ini umum digunakan sebagai bahan makanan, seperti manisan atau campuran es buah, terutama saat Ramadhan. Bagi sebagian petani Sukawangi Puncak Dua – Bogor, kolang-kaling merupakan ‘komoditas musiman’ setiap tahun.
Kaya Manfaat
Dikutip dari sejumlah literatur, bahwa kolang-kaling kaya akan air (sekitar 94-95%), serat, serta mineral penting seperti kalsium dan fosfor. Dalam 100 gram, terdapat kalori (±27-33 kkal), karbohidrat (1,6-8,3 g), protein (0,4 g), dan lemak rendah. Kandungan galaktomanan dan kolagen-nya baik untuk sendi dan kesehatan pencernaan, serta membantu hidrasi tubuh.

Buah aren ini aman dikonsumsi setiap hari. Menurut beberapa sumber, kolang-kaling memberikan manfaat kesehatan seperti memperkuat tulang, melancarkan pencernaan, dan meredakan radang sendi, asalkan dikonsumsi dalam jumlah wajar (100-200 gram/hari).
***Riz***


No comment