Dosen SV IPB Peringatkan Bahaya AMR

Dosen SV IPB University Tekankan Sanitasi Lingkungan Kandang Guna Pencegahan Bahaya Antimicrobial Resistance(AMR) di Peternakan KUD Giri Tani

KESADARAN akan pentingnya menjaga kebersihan peternakan menjadi sorotan utama dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh tim dosen Sekolah Vokasi (SV) IPB University. Kegiatan yang digelar pada Rabu 8 April 2026 lalu tersehut ini bertema PEKA (Penyadaran Kekebalan terhadap Antimikroba) yang diikuti oleh 10 peternak sapi perah asal Cisarua, Bogor.

Melalui kolaborasi antara Program Studi Teknik dan Manajemen Lingkungan serta Program Studi Teknologi dan Manajemen Ternak IPB, para dosen mengedukasi peternak di KUD Giri Tani, Cisarua. Edukasi tersebut terutama terkait ancaman serius bakteri MRSA (Methicillin-resistant Staphylococcus aureus) yang kini mulai ditemukan di lingkungan peternakan.

Bakteri tersebut merupakan Antimicrobial Resistance (AMR) yaitu mikroorganisme yang kebal terhadap obat atau antibiotik.

Dr, Yudith Vega Paramitadevi, S.T., M.Si., selaku dosen sekaligus ketua tim pengabdian, memaparkan pentingnya sinergi antara kesehatan ternak, manusia, dan lingkungan. Ia menegaskan bahwa ketiga hal tersebut saling berkaitan erat dan tidak dapat dipisahkan dalam menjaga peternakan.

“Kami ingin peternak memahami bahwa kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Kami berharap dengan adanya sosialisasi ini dapat membantu bapak-bapak sekalian dalam menjaga kesehatan ternak, peternak, dan juga lingkungannya,” ujarnya.

Dosen pengabdian, Wiranda Intan Suri, S.T., M.T. mengingatkan adanya risiko penyebaran bakteri di area peternakan. Ia mengimbau para peternak untuk selalu menjaga kebersihan diri setelah bekerja agar mencegah kemungkinan terbawanya bakteri berbahaya ke lingkungan keluarga di rumah.

Waspada Penularan

“Bakteri ini mudah menular, tidak hanya ke hewan tapi ke peternak juga. Bakteri ini kebal antibiotik dan kalau peternak tidak menjaga kebersihan berisiko membawa bakteri ke rumah dan menularkannya ke keluarga,” tegasnya.

drh. Heryudianto Vibowo, S.K.H., M.Si., dokter hewan sekaligus tim dosen pengabdian, menegaskan bahwa keberhasilan menjaga kesehatan di area peternakan tergantung pada kendali dari tiga pilar utama. Hal tersebut mencakup kondisi hewan ternak dan peternaknya, pengendalian penyakit, serta lingkungan di sekitarnya.

“Tiga pilar utama dalam mengendalikan kesehatan yaitu bapak (peternak) dan ternaknya, penyakitnya, lalu lingkungannya,” jelas drh. Heryu.

Sesi tanya jawab berlangsung interaktif, ditandai dengan munculnya pertanyaan terkait pemilihan jenis ternak. Dr. Ir. Bagus Priyo Puryanto, M.Agr. merespons dengan pandangan yang realistis sekaligus memotivasi, memberikan arah bagi peternak dalam menentukan pilihan usaha mereka.

“Kalau bicara soal hasil, sebenarnya untuk pendapatan itu lebih besar sapi perah, karena ada pemasukan harian dari susu yang dijual,” jelasnya. Namun, sambil tersenyum Ia menambahkan bahwa sapi perah minusnya di waktu.

Dikatakannya bahwa kesibukan itu jangan sampai mengabaikan sanitasi kandang. Ia menegaskan bahwa kebersihan kandang adalah kunci utama, tanpa lingkungan yang bersih, risiko serangan penyakit pada sapi akan jauh lebih tinggi meski rutinitas produksi terpenuhi.

Direspon Positif

Para peternak merespons positif edukasi mengenai bahaya bakteri kebal yang ternyata juga dapat menyebar melalui udara. Kesadaran ini memicu antusiasme peserta untuk berkonsultasi lebih dalam mengenai standar sanitasi kandang yang ideal.

Mereka menyadari bahwa peternakan yang bersih dan sehat adalah kunci utama untuk memutus rantai penularan bakteri, demi menjamin kesehatan hewan ternak sekaligus keselamatan para peternak itu sendiri.

Upaya sosialisasi yang dilakukan oleh dosen SV IPB University ini menjadi langkah dalam membina para peternak agar lebih sadar tentang pentingnya kebersihan lingkungan kandang. Dengan manajemen sanitasi yang lebih baik, diharapkan tercipta kemandirian dalam mewujudkan peternakan yang tidak hanya produktif, tetapi juga aman bagi kesehatan manusia dan lingkungan sekitarnya.

**Tatum**

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *