Cucak Kutilang: Si Pengicau di Pekarangan

Di antara tandan pisang yang belum sempat dipetik, seekor kutilang hinggap tenang. Seolah halaman rumah adalah miliknya juga.

Cucak Kutilang (Pycnonotus aurigaster) di pohon pisang | Foto: Wira Amalia Fad

SIAPA yang tidak kenal kicauan kutilang? Nyaris setiap pagi, suaranya yang nyaring dan berulang menjadi penanda hari baru. Ia adalah salah satu burung pengicau paling mudah dijumpai, hadir di antara pohon-pohon buah, semak tepi jalan, hingga taman kota.

Mengenal Lebih Dekat

Cucak Kutilang atau Sooty-headed Bulbul (Pycnonotus aurigaster) adalah burung berukuran sedang, sekitar 20 cm dengan ciri khas jambul di kepala dan warna kuning mencolok di bagian bawah ekor. Kepala dan tenggorokan hitamnya kontras dengan tubuh abu-abu dan perut putih bersih.

Sebagai omnivora, salah satu makanannya adalah buah-buahan, termasuk pisang. Menariknya, perilaku ini bukan sekadar soal mencari makan.

Kutilang yang sering mengunjungi pohon pisang di sekitar pemukiman menunjukkan adaptasi tinggi terhadap lanskap yang dimodifikasi manusia. Hal ini menjadikan kutilang salah satu “duta” alam yang berperan dalam penyebaran biji buah-buahan untuk regenerasi tumbuhan secara alami di sekitar kawasan yang dikelola manusia.

Ancaman yang Perlu diwaspadai

Meski statusnya masih tercatat sebagai Least Concern oleh IUCN, tekanan perburuan untuk dijadikan hewan peliharaan tetap menjadi ancaman nyata.  Di tengah maraknya perdagangan burung kicau, memilih untuk menikmati kutilang di alam bebas adalah bentuk kepedulian yang paling sederhana untuk dilakukan.

Jadi kenapa harus dikurung dalam sangkar..?

Wira Amalia Fad

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *