Inovasi Bioflok Tanpa Molase Buka Peluang Ekonomi Baru bagi Kelompok Tani Kebon Kopi Mandiri

SENYUM sumringah terpancar dari wajah para anggota Poktan Kebon Kopi Mandiri (KKM) di Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea. Hari itu menjadi momentum penting. Panen raya ikan nila hasil budidaya sistem bioflok tanpa molase sukses dilakukan.
Keberhasilan panen tidak lepas dari dukungan hibah kompetitif dari pemerintah. Tim Pelaksana dan Kelompok Mitra poktan menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Program BIMA skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) 2025 di bawah naungan Kemdiktisaintek yang telah mendanai seluruh rangkaian kegiatan pemberdayaan ini hingga sukses mencapai tahap panen.
“Panen ini adalah bukti nyata keberhasilan transfer teknologi kepada masyarakat,” ucap Dr. Meti Ekayani S.Hut M.Sc, Dosen ESL IPB University.

“Hari ini kita membuktikan bahwa teknologi bioflok tidak harus mahal dan rumit. Melalui pendanaan BIMA PKM 2025, kami mendampingi mitra menerapkan inovasi Bioflok Tanpa Molase. Kami mengganti molase dengan Aquacell Tracequa dan Aquacell Gostrong yang jauh lebih ramah lingkungan” tambah dosen IPB University tersebut di sela-sela kegiatan panen (Sabtu, 29 November 2025).
Desa Percontohan
Panen ini dilakukan secara parsial dengan total 200 kg. Ikan nila yang dipanen terbukti berkualitas sangat baik. Daging ikan padat dan tidak berbau lumpur. Secara teknis, sistem ini terbukti mampu menekan Feed Conversion Ratio (FCR) atau rasio pakan, karena flok (gumpalan bakteri) yang tumbuh menjadi pakan alami berprotein tinggi bagi ikan.

Ketua Kelompok Tani Kebon Kopi Mandiri, Andi Rohman Kurniadi S.Hut M.Si, mengungkapkan rasa syukurnya atas pendampingan ini. Menurutnya, kendala utama yang selama ini dihadapi pembudidaya adalah manajemen dan pengetahuan budidaya ikan.
“Awalnya kami ragu, apa bisa bioflok jalan tanpa molase? Ternyata hasilnya luar biasa. Ikan sehat, kematian minim, dan biaya beli bahan jadi jauh lebih irit. Terima kasih kepada Kemdiktisaintek dan tim dosen yang sudah membimbing kami dari nol sampai panen,” ungkap Andi.
Program ini tidak hanya berfokus pada hasil panen semata, tetapi juga pada keberlanjutan (sustainability). Selain teknik budidaya, mitra juga dibekali kemampuan manajemen usaha dan pemasaran.

Dengan suksesnya panen perdana ini, Desa Cibanteng diharapkan dapat menjadi sentra percontohan budidaya ikan nila mandiri yang tangguh sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional yang digalakkan pemerintah. **Nur Machfudz Kusuma Arya dan Ahmad Haritsyah (Mahasiswa ESL IPB).
Ardi


No comment