Puncak Dua: Musim Tanam Jahe Dimulai

Meski menghadapi tantangan cuaca yang sulit ditebak, namun semangat petani jahe di Puncak Dua Bogor pantang bersurut.

CUACA pada musim tanam jahe yang lalu (2024/2025), bagi petani di Puncak Dua Bogor, memberi pelajaran penting. Curah hujan yang tinggi dalam tempo yang lama, cukup membuat Nurhayati deg-degan.

Mengapa tidak. Nyaris seperempat bidang lahan pertanaman jahenya tergerus (longsor) dan hanyut ke anak sungai Cibeet. Alhasil, saat panen beberapa waktu lalu, tonase yang diharapkan tidak tercapai.

Teka-teki Harga

Boleh dikatakan, panen kemarin (musim tanam 2025) adalah panen raya  jahe di Puncak Dua. Nyaris semua petani di kawasan itu menanam komoditas rempah tersebut 

Inilah salah-satu uniknya petani desa  Cerita atau ramalan tokoh kampung bahwa booming harga akan terjadi di 2025 merangsang petani berpacu menanam banyak.

Pada akhirnya, mereka seperti ‘terjebak pasar’. Buktinya, panen melimpah, harga biasa-biasa saja.

Kenyataan itu membuat sebagian petani agak sedikit jera. Itu dialami umumnya petani jahe ‘kambuhan” alias yang iseng (ikut-ikutan) karena tergiur harga tinggi.

Musim tanam mendatang (panen 2026) tampaknya produksi jahe tidak sebanyak tahun ini.

Masuk Musim Tanam

Saat ini para petani jahe di Puncak Dua mulai kembali menanam. Ikhtiar dijalankan di tengah bayang-bayang iklim yang sulit diprediksi.

Bagi Nurhayati, kejadian tahun lalu tampaknya cukup memberi efek jera. Disamping mencari lahan baru yang relatif aman (tidak terlalu curam), biaya operasional pun dipertimbangkan. Jarak kebun dari rumah diperpendek. Dengan demikian, waktu dan biaya kontrol bisa lebih irit.

Pola kerjasama dengan petani (dengan perhitungan modal, lahan dan tenaga kerja) pun jadi pilihan. Kerjasama bagi hasil tampaknya lebih menjanjikan bagi petani perempuan itu. Tanpa sadar Dia mulai bergeser, dari petani biasa menjadi pelaku usaha agribisnis. ‘Naik kelas’.  Semoga…

***Riz***

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *