Eka F. Tihurua*
PASTI sebagian besar orang telah mengenal pandan wangi. Selama ini, kita mungkin hanya mengenalnya sebagai penggugah selera karena wanginya, atau pewarna makanan alami. Kita juga dapat menemukan pandan wangi dimana-mana, bahkan ditanam di halaman rumah, meski kita tidak pernah menjumpai bunga atau buahnya.
Namun, tahukah anda bahwa di luar dapur, pandan wangi memiliki “saudara” yang bisa memanjat atau rasa buahnya menyerupai kacang?
Sesungguhnya pandan wangi termasuk anggota salah satu jenis marga Pandanus dari suku Pandanaceae, suatu suku yang dikenal dalam bahasa inggris sebagai screw pine. Marga ini memiliki 3 “saudara” lain yang dapat ditemukan di Indonesia yaitu Freycinetia -satu-satunya marga yang merambat, Benstonea, dan Sararanga -marga yang hanya ditemukan di Papua.
Mari kita mengenal satu persatu keluarga pandan yang ada di Indonesia.
Pandanus, marga yang telah banyak diketahui orang karena paling sering dijumpai dan telah banyak dimanfaatkan. Marga ini dapat ditemukan di hutan atau daerah tepi pantai, dan tersebar dari Sumatra sampai dengan Papua.
Berdasarkan Plants of the World Online (POWO), jumlah jenis Pandanus di Indonesia tercatat sebanyak lebih dari 100 jenis. Jenis-jenis Pandanus tumbuh dalam bentuk semak atau pohon tinggi yang tingginya bisa mencapai puluhan meter. Salah satu jenis Pandanus, selain pandan wangi,yaitu Pandanus conoideus (buah merah) yang dimanfaatkan untuk kesehatan.
Contoh lainnya, Pandanus tectorius (pandan laut), dan Pandanus furcatus (pandan kowang), yang berdasarkan Dhavida dan Dwiyanti (1997), digunakan sebagai bahan kerajinan anyaman oleh masyarakat.
Benstonea, merupakan marga yang awalnya termasuk dalam Pandanus. Kemudian pada tahun 2012, Callmander dkk memisahkan beberapa jenis dan mengenalkannya sebagai Benstonea, marga tersendiri yang terpisah dari Pandanus.
Tak kalah unik dengan Pandanus, marga ini memiliki bentukan hidup semak, epifit, dan pohon. Di Indonesia, Benstonea memiliki anggota sekitar lebih dari 40 jenis yang tersebar di Sumatra sampai dengan Papua. Jika biasanya pandan identik dengan aroma wangi, maka menurut Tropical Plants Database, biji dari beberapa jenis Benstonea justru memiliki rasa yang menyerupai rasa kacang saat dikonsumsi.

Freycinetia, pandan merambat. Mungkin marga ini terdengar asing, namun berdasarkan Plants of the World Online (POWO), Indonesia memiliki hampir 200 jenis. Jenis-jenis Freycinetia biasanya ditemukan di hutan daratan rendah sampai dengan hutan pegunungan.
Secara morfologi, marga ini merupakan marga yang paling berbeda dengan marga lainnya, karena memiliki bentukan hidup merambat. Daunnya tersusun spiral dan perbungaan Freycinetia sangat interaktif dengan daun pelindung atau bractea. Pada beberapa jenisnya, bractea memiliki warna yang bervariasi dan mencolok, seperti warna orange pada Freycinetia kartawinatae yang ditemukan di Kalimantan dan dideskripsikan oleh Ary P. Keim pada tahun 2009.
Manfaat dari Freycinetia masih sangat jarang diketahui, namun di dalam buku Plant Resources of South-East Asia (PROSEA) disebutkan jika akarnya dapat digunakan sebagai tali bahkan di wilayah Pasifik Selatan, bunganya dapat dijadikan makanan.
Sedangkan jenis lainnya, S. philippinensis adalah jenis endemik Filipina. Sararanga sinuosa dikenal dengan sebutan pandan anggur atau anggur Papua yang memiliki habitus berupa pohon dengan daun memanjang dan buah menjuntai menyerupai susunan buah anggur.
Dalam buku Re-diversifikasi pangan di Tanah Papua Bagian 1,disebutkan jika buah anggur Papua merupakan salah satu buah yang dikonsumsi oleh masyarakat lokal sebagai buah atau dibuat minuman yang segar, sedangkan daunnya seringkali dibuat sebagai bahan anyaman. ***
Referensi
Brink, M., Jansen, P.C.M. & Bosch, C.H., 2003. Freycinetia Gaudich. In: Brink, M and Escobin, R.P. (Editors): Plant Resources of South-East Asia No 17: Fibre plants. PROSEA Foundation, Bogor, Indonesia. Database record: prota4u.org/prosea
Callmander, M. W., Lowry II, P. P., Forest, F., Devey, D. S., Beentje, H. & Buerki, S. 2012. Benstonea Callm. & Buerki (Pandanaceae): characterization, circumscription, and distribution of a new genus of screwpines, with a synopsis of accepted species. Candollea 67: 323–345.
Dhavida, U. & Dwiyanti, L. S. 1997. Kerajinan tradisional anyaman pandan di Sumatra Barat. Bagian proyek pembinaan permuseuman Sumatra Barat.
Keim, A.P. 2009. Three new species of Freycinetia (Pandanaceae) from Kalimantan, Indonesia. Reinwardtia 13(1): 15–20.
Lekitoo, K., Batorinding, E., Dimomonmau, P. A., Rumbiak, W. F., Heatubun, C. D. dan Lekitoo, H. Y. 2012. Re-diversifikasi pangan di Tanah Papua Bagian 1. Pemanfaatan enam jenis tumbuan hutan penghasil buah sebagai sumber bahan pangan di Tanah Papua. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Kementerian Kehutanan.
Plants of the World Online (POWO). htpps://powo.science.kew.org/ (diakses Maret 2026)
Tropical Plants Database, Ken Fern. tropical.theferns.info. 2026-03-14. <tropical.theferns.info/viewtropical.php?id=Benstonea+atrocarpa>
*Penulis adalah peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, BRIN dan saat ini sedang menempuh program Doktor Biologi di Fakultas Biologi, UGM.


No comment