Food Waste di Program MBG

Mahasiswa IPB ungkap dampak Program Makan Bergizi Gratis pada lingkungan. Setiap sendok nasi yang tidak termakan berarti ada air, energi, pupuk, dan bahan bakar yang terpakai sia-sia.

SEPTEMBER lalu, Tim PKM-RSH IPB University melakukan riset penting mengenai food waste (sisa makanan) pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah. Kegiatan tersebut dilakukan di dua sekolah dasar, yaitu SDN 03 Cimahpar, Kota Bogor dan SDN 03 Sukamantri, Kabupaten Bogor.

Hasil penelitian itu memberikan gambaran nyata mengenai food waste telah terjadi. Diharapkan hal ini menjadi masukan untuk meningkatkan efektivitas program di masa depan.

Banyak Terbuang

Kegiatan Perhitungan food waste yang dilakukan selama delapan hari berturut-turut sesuai dengan SNI 19-3964-1994 dan hasilnya cukup mencengangkan.

Di SDN 03 Cimahpar, setiap anak menyisakan rata-rata 110 gram makanan per hari, dengan total sekitar 5,8 kilogram per hari. Sementara di SDN 03 Sukamantri, angkanya lebih tinggi sebesar 153 gram per anak per hari atau 8,1 kilogram food waste per hari.

Jenis makanan yang paling banyak terbuang di kedua sekolah adalah makanan pokok, seperti nasi atau mie, yang mencapai 42 persen dari total food waste.

Food waste bukan hanya soal makanan yang terbuang, tetapi juga tentang jejak karbon yang ikut tercipta. Setiap sendok nasi yang tidak termakan berarti ada air, energi, pupuk, dan bahan bakar yang terpakai sia-sia.

Harapan PKM MBGreat

“Tim PKM-RSH IPB University berharap hasil penelitian ini dapat mendorong pengelolaan program MBG yang lebih efektif” ujar Ikhda sebagai ketua tim. Mengurangi food waste berarti menghemat sumber daya, menekan emisi karbon, dan mendukung keberlanjutan lingkungan. (MBGreat-PKM RSH IPB 2025).

Ikhda, Mhs ESL IPB

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *