Eka F. Tihurua*

JANGAN terkecoh dengan untaian hijau atau merah yang menggantung di hutan Papua. Meski tampak seperi buah anggur, buah ini adalah anggota keluarga pandan.
Namanya Pandan anggur atau anggur Papua, yang berkerabat erat dengan pandan wangi, meskipun mereka berbeda marga. Jika pandan wangi berasal dari marga Pandanus, maka anggur Papua termasuk anggota marga Sararanga. Marga yang asing dan mungkin jarang kita dengar, namun marga ini unik karena perbuahannya berbeda dengan perbuahan pada marga terdekat lainnya.
Mengenal Anggur Papua
Sararanga menjadi marga terkecil dari sebuah suku yang cukup besar, Pandanaceae. Keim dalam artikelnya yang diterbitkan pada 2009, menyebutkan bahwa Sararanga pertama kali dideskripsikan oleh Hemsley pada tahun 1894. Disebut marga terkecil, karena ia hanya memiliki dua jenis, yaitu Saranga sinuosa dan Sararanga philippinensis.

Jenis yang ada di Papua adalah Sararanga sinuosa, yang secara nasional kita mengenalnya sebagai anggur Papua atau pandan anggur. Masyarakat lokal menyebutnya sebagai selre (suku Tepra) dan kayari di Yapen seperti yang dilaporkan oleh Keim (2009) dan Lekitoo dkk (2012). Jenis ini dapat ditemukan di Papua, Papua Nugini sampai dengan Kepulauan Solomon.
Di Papua, anggur Papua dapat tumbuh sampai dengan ketinggian sekitar 200 m di atas permukaan laut. Sedangkan, jenis lainnya, Sararanga philippinensis, tersebar secara terbatas dan hanya dapat ditemukan di Filipina.
Beberapa sumber menyebutkan, jika anggur Papua bukan seperti pohon biasa, ia dapat menjulang tinggi, bahkan Stone dalam tulisannya pada tahun 1961 menuliskan jika jenis ini dapat mencapai 20 m. Pohon ini berakar serabut dan daun tersusun roset dengan 4 daun berurutan, berdaun tebal, dengan bentuk lanset-memanjang, dan mempunyai ujung yang meruncing.
Panjang daun yang bervariasi dari 50 cm, bahkan sampai mencapai panjang 4,5 m. Dengan bentuk yang segagah itu, jenis ini menyimpan buah kecil berbentuk menyerupai ginjal yang berwarna merah saat telah matang. Perbuahannya tersusun malai hingga menyerupai susunan buah anggur.
Pemanfaatan Anggur Papua
Di Tanah Papua, buah anggur Papua seringkali dimakan secara langsung sebagai buah yang memiliki rasa yang manis dan menyegarkan karena kandungan airnya. Selain dapat dimakan secara langsung, buahnya juga dapat diminum sebagai jus.
Tetapi, tidak hanya dimanfaatkan sebagai buah, masyarakat lokal juga menggunakan daun jenis ini sebagai bahan pembuatan tikar atau anyaman lainnya. Batangpun, dapat digunakan sebagai bahan penjapit bara api.
Kandungan Kimia
Mengutip dari buku berjudul Re-diversifikasi pangan di Tanah Papua yang ditulis tahun 2012 oleh Lekitoo dkk, anggur Papua tidak hanya manis dan menyegarkan namun, memiliki kandungan vitamin C alami yang cukup tinggi yaitu 98,35 mg.
Berdasarkan hasil penelitian Purnamasari dkk yang telah diterbitkan dalam jurnal Journal of Applied Pharmaceutical Science (2021), anggur Papua juga memiliki kandungan tujuh jenis asam fenolik dan lima diantaranya berperan sebagai antiglikasi.
Bahkan, penelitian terbaru oleh Nancy dkk di tahun 2024 mengungkap bahwa buah anggur Papua memiliki efek immunomodulator yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi kondisi malnutrisi.
Perlu Dilestarikan
Potensi anggur Papua sebagai tanaman pangan sangat perlu dikembangkan untuk meningkatkan nilai buah anggur Papua karena rasanya yang manis, menyegarkan dan mengandung banyak vitamin C. Namun, hal tersebut harus diiringi dengan upaya konservasi anggur Papua.
Lekitoo dkk (2012) menyebutkan upaya ini sangat penting dilakukan untuk menjaga kelestarian jenis, mengingat penyebarannya yang terbatas karena menjaga kelestarian anggur Papua akan memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat lokal Papua.
Referensi
Keim, A. P. 2009. Pandanaceae of the Island of Yapen, Papua (West New Guinea), Indonesia, with their nomenclature and notes on the rediscovery of Sararanga sinuosa, and several new species and records. Blumea 54: 2009: 255–266.
Lekitoo, K., Batorinding, E., Dimomonmau, P. A., Rumbiak, W. F., Heatubun, C. D. dan Lekitoo, H. Y. 2012. Re-diversifikasi pangan di Tanah Papua Bagian 1. Pemanfaatan enam jenis tumbuan hutan penghasil buah sebagai sumber bahan pangan di Tanah Papua. Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan, Kementerian Kehutanan.
Nancy, L. P., Agnes, M., Nur, F. D. L. & Nurliyani. 2024. Potential of Pandan anggur (Sararanga sinuosa Hemsley) as immunomodulator. Functional Food in Health and Disease 14(7): 470-486.
Purnamasari, V., Estiasih, T., Sujuti, H., and Widjanarko, S. B. 2021. Identification of phenolic acids of Pandan anggur (Sararanga sinuosa Hemsley) fruits and their potential antiglycation through molecular docking study. Journal of Applied Pharmaceutical Science 11(02): 126-134.
Stone, B. C. 1961. The Genus Sararanga (Pandanaceae). Brittonia 13(2): 212-224
*Penulis adalah peneliti dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi, BRIN dan saat ini sedang menempuh program Doktor Biologi di Fakultas Biologi, UGM.


No comment