Kegiatan praktek lapangan pengambilan data sampel plot ini dilakukan untuk selanjutnya dianalisa untuk penghitungan karbon hutan.

SELASA pagi (07/04), peserta training carbon accounting I-CAN, FINCAPES bersama PT. Cedar Karyatama Lestarindo (CKL) yang terdiri dari lebih kurang 30 orang telah berada di Taman Hutan Kampus IPB University di Dramaga – Bogor. Bukan untuk sekedar berkunjung dan menghirup udara segar, tapi untuk belajar serta praktek lapangan pengambilan sampel stok karbon serta pengukuran pohon.
Sehari sebelumnya lokasi sebagai titik plot telah ditentukan oleh instruktur dari CKL melaui peta GPS. “Silahkan masing-masing kelompok mencari lewat aplikasi Avenza di smart phone,” tutur Ajiz Saidul Hamzah, salah-seorang instruktur training mengawali kegiatan praktik lapangan tersebut.
Seperti diketahui, Avenza Maps adalah aplikasi pemetaan seluler berbasis GPS yang dirancang untuk navigasi, survei, dan pemetaan offline (tanpa internet). Aplikasi ini memungkinkan pengguna memuat peta digital (seperti GeoPDF/GeoTIFF) untuk melacak posisi secara real-time, menandai lokasi, mengukur luas/jarak, dan melakukan survei lapangan, menjadikannya populer di kalangan pendaki dan profesional pemetaan.
Peserta training tampaknya dengan antusias mengikuti arahan dari Tim CKL itu. Masing-masing kelompok pun selanjutnya bersiap menuju titik plot masing-masing dengan terlebih dahulu mendapat penjelasan seputar peralatan yang digunakan serta tatacara pengambilan sampel dan data di lapangan.
Antusias
Hingga lepas istirahat siang (istirahat-sholat-makan/ Ishoma) udara di sekitar pepohonan pinus terasa agak panas, namun tak menyurutkan semangat peserta dalam acara praktek lapangan penghitungan karbon tersebut. Kegiatan berjalan lancar hingga menjelang sore dan hujan mulai rintik-rintik di kawasan Taman Hutan Kampus IPB.

Disamping keseruan aktifitas praktek lapangan pada training penghitungan karbon itu, GI yang turut serta pada kegiatan tersebut menyaksikan betapa asrinya Taman Hutan Kampus IPB. Saat pertama sampai di lokasi, puluhan rusa di dalam kandang.
Memang, selain hutan yang rimbun, salah satu daya tarik Taman Hutan Kampus ini adalah penangkaran rusa. Selain itu, menurut sumber yang didapat GI, dengan adanya fasilitas ini, mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) dapat berperan sebagai pemandu interpretasi alam yang menjembatani pengunjung memahami pesan konservasi.

Vegetasi di taman ini masih terjaga rapat dengan udara yang sejuk, serta dihuni oleh 39 jenis satwa dari kelompok mamalia, herpetofauna, dan aves. Keberadaan Sungai Ciapus di dekatnya menambah daya tarik kawasan ini sebagai destinasi pendidikan lingkungan.
***Riz***


No comment