Optimisme 2025 Petani Jahe Puncak Dua

Entah kenapa, yang jelas ramalan petani jahe senior di Kampung Arca itu sudah beberapa kali terbukti.

LEPAS dari selimut kabut, pagi-pagi, Nden Supendi (48) sudah berada di kebun jahe emprit miliknya. Wajahnya sumringah. Dia tampak bangga dengan kebunnya. Seperti puluhan petani lainnya, di lereng perbukitan Kampung Arca – Puncak Dua Bogor itu, saat ini bentangan kebun jahe nyaris 100% menutupi lahan pertanian. Lereng bukit tampak hijau segar saat tanaman jahe berusia 3 bulan.
Entah latah atau memang tepatnya perhitungan siklus pasar, di tahun 2025 ini petani Puncak Dua seperti berlomba menanam komoditas umbi rempah tersebut. Berdasarkan pengamatan GI di lapangan, diperkirakan pada musim tanam tahun ini ratusan ton jahe dapat dihasilkan dari kawasan tersebut. Seperti tahun-tahun sebelumnya, masa panen jahe emprit berkisar antara Agustus – Nopember.

Petani Optimis
“Semoga saja perkiraan tidak meleset, harga tinggi,” ungkap Nden Supendi yang adalah kerabat GI. Sebagai petani ‘sambilan’ (profesi sebenarnya driver) lelaki ini selalu konsultasi dengan Ahmad. Menurut Ahmad, petani senior yang menjadi panutan soal budidaya jahe di Puncak Dua, tahun 2025 ini siklus pasar berada pada harga tertinggi. Entah kenapa, yang jelas ramalan Ahmad sudah beberapa kali terbukti.
Sepertinya petani berusia 70-an itu melihat berdasarkan pengalaman empiris selama puluhan tahun berbisnis jahe. Tahun 2019 lalu, peak season itu pun terbukti. Harga jahe mencapai Rp 40. 000,- per kilogram. Bisa dibayangkan, jika satu petani bisa memanen 1 ton saja, uang yang dihasilkan bisa 40 juta rupiah. Banyak warga Puncak Dua yang berhasil membangun rumah atau membeli mobil baru dari hasil panen jahe.
Rata-rata (minimal) satu hamparan kebun jahe di Kampung Arca tahun ini menanam bibit 5 kwintal. Sekedar info, berdasarkan pengalaman, tiap 1 kwintal bibit berpotensi panen 2 – 2,5 ton jahe.

Kualitas Terbaik
Para pemain pasar jahe, atau industri obat herbal, tampaknya sudah maklum, bahwa jahe emprit dari Puncak Dua memiliki kualitas terbaik. Maka tak heran jika panen jahe di kawasan ini sangat ditunggu oleh pembeli, baik dalam maupun luar negeri (eksportir).
“Mungkin karena kecocokan lahan di sini,” ungkap Dedy, salah-seorang petani yang juga pengepul jahe di Kampung Arca.

Riz

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *