Alam sering terlihat acak dan tak beraturan. Namun, jika diamati lebih dekat, banyak bentuk di alam justru mengikuti pola matematika yang rapi. Salah satu pola paling terkenal adalah bilangan Fibonacci, yang sering muncul dalam bentuk spiral alam.
FIBONACCI, apa itu? Itu adalah suatu bilangan yang bukan hanya konsep matematika di buku pelajaran, tapi juga “bahasa tersembunyi” yang digunakan alam untuk tumbuh secara efisien dan seimbang.
Bilangan Fibonacci adalah sederet angka yang dimulai dari 0 dan 1, di mana setiap angka berikutnya merupakan hasil penjumlahan dua angka sebelumnya.
Contohnya: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, …
Deret sederhana ini pertama kali diperkenalkan oleh matematikawan Italia, Leonardo Fibonacci, pada abad ke-13. Awalnya digunakan untuk menjelaskan pertumbuhan populasi kelinci, namun ternyata pola ini banyak ditemukan di alam.
Fenomena Alam

Jika bilangan Fibonacci divisualisasikan, akan didapatkan spiral Fibonacci, lengkungan yang tumbuh membesar secara proporsional. Menariknya, spiral ini muncul di berbagai bentuk kehidupan dan fenomena alam. Contohnya bentuk spiral/melingkar pada pucuk daun pakis muda.

Ada Apa Dengan Pola Ini?
Pola Fibonacci membantu makhluk hidup tumbuh secara efisien. Pada tumbuhan, pola spiral memungkinkan daun mendapatkan cahaya matahari maksimal, biji tersusun rapat tanpa ruang terbuang, pertumbuhan tetap stabil dan seimbang.
Dengan kata lain, Fibonacci adalah solusi alami untuk mengatur ruang dan energi. Bilangan Fibonacci lebih dari sekedar angka. Alam seolah mengajarkan bahwa keindahan bisa lahir dari kesederhanaan matematika. Dengan memahami pola ini, orang diajak untuk melihat alam bukan hanya sebagai pemandangan indah, tetapi sebagai sistem cerdas yang telah bekerja jauh sebelum manusia memahaminya.
**Tatum, Fahutan Ank 57**


No comment