Manggris yang Terkikis

Sepanjang perjalanan Studi Inventarisasi Karbon di Kalimantan Utara (Kaltara), Penulis menemukan suatu fenomena yang cukup menggelitik mata, rasa ingin tahu dan pertanyaan kenapa.


SEBATANG kara berdiri, sendiri bagai ‘menara sunyi’, di tengah hamparan luas kelapa sawit. Manggris, begitulah masyarakat setempat menyebut pohon besar nan raksasa tersebut, nama ilmiah pohon manggris adalah Koompassia excelsa.
Hal yang menarik menurut penulis ialah, pohon tersebut berdiri tegak layaknya menantang langit dengan habitusnya yang menjulang tinggi, mengisyaratkan bahwa dialah penantang terakhir dari banyaknya deforestasi yang terjadi. Tinggi pohon ini memang diatas rata rata pohon lainnya.
Jika  di hutan, ini mungkin hal yang biasa. Namun pemandangan pohon ini berada di tengah-tengah perkebunan kelapa sawit. Membuatnya sangat kontras, seolah satu spesies versus homogenitas kelapa sawit, kalau bahasa anak zaman sekarang “The Last Man Standing“. Dia adalah simbol perlawanan dan keteguhan menurut penulis.
Muncul pertanyaan dari penulis kenapa pohon manggris tersebut dibiarkan berdiri tegak dan tidak di tebang seperti pohon lainnya.

Lestarikan Alam
Dari hasil wawancara beberapa masyarakat sekitar, memang pohon tersebut dibiarkan. Mengapa? Karena di pohon tersebutlah biasanya lebah madu hutan membuat sarang dan juga dikeramatkan.
Sebuah hubungan yang cukup kompleks antara manusia, dimana pohon dan lebah terjadi di tengah-tengah derasnya arus teknologi. Ini Buktinya bahwa sejatinya manusia tidak punya apa-apa jikalau alam ini benar benar sirna, pada akhirnya alamlah yang memiliki peran yang penting dan lakon utama.
Maka sadarlah, bahwa tidak semua apa yang diberikan alam bisa kita ambil seenaknya. Sisakan untuk masa yang akan datang, atau masa itu tidak akan pernah datang.

(AHI)

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *