Aroma vanili berasal dari tanaman sejenis anggrek unik yang dikenal sebagai penghasil rempah paling bernilai di dunia. Tidak heran kalau vanili sering dijuluki “emas hijau” dan harganya memang terkadang lebih mahal dari perak.

TENTU Anda pernah mencium aroma manis khas vanilla, pada kue, es krim, atau parfum. Lalu bagaimana proses menghasilkan vanili?
Prosesnya tidaklah singkat. Pasalnya, bunga vanili (Vanilla planifolia) hanya mekar satu hari, dan harus segera diserbukkan. Setelah itu, polong vanili butuh 8–9 bulan untuk matang, lalu menjalani fermentasi panjang hingga aromanya muncul sempurna. Maka, setiap tetes aroma vanili alami adalah hasil kerja keras, waktu, dan kesabaran.
Menariknya, kebutuhan dunia terhadap vanili tidak hanya untuk makanan dan minuman. Vanili juga jadi bahan penting di industri kosmetik, parfum, bahkan farmasi. Artinya, satu polong kecil bisa masuk ke dapur kue hingga laboratorium obat.
Peluang Besar
Bagi Indonesia, agribisnis vanili adalah peluang besar. Sebagai salah satu penghasil vanili utama dunia, Indonesia punya potensi ekspor yang terus meningkat. Terlebih lagi, tren global kini mendorong penggunaan produk organik.

Vanili alami jauh lebih diminati dibanding yang sintetis, karena dianggap lebih sehat, ramah lingkungan, dan punya karakter aroma yang tidak bisa ditiru.
Jadi, lain kali saat menikmati manisnya vanila di minuman favoritmu, ingatlah bahwa ada cerita panjang di baliknya cerita tentang bunga sehari, proses bertahun, dan potensi besar bagi Indonesia di pasar dunia.
Ardya H Gustawan – CKL


No comment