Inilah penopang kesuburan tanah hutan melalui serasah lantai hutan. Berikut cerita singkat tentang hasil penelitian penulis di Hutan Penelitian Dramaga.

DI LANTAI hutan, tumpukan daun kering yang sering dianggap sepele. Ternyata, perannya begitu besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem.
Serasah daun merupakan bagian penting dari ekosistem hutan, karena berperan sebagai sumber utama bahan organik tanah dan tempat berlangsungnya berbagai proses biologis, seperti dekomposisi.
Melalui proses itu, serasah terurai menjadi unsur hara yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dan bertahan. Selain itu, serasah juga berfungsi sebagai penampung air alami yang menyimpan air sementara, lalu melepaskannya perlahan ke dalam tanah bersama unsur hara terlarut.
Peran tersebut membantu memperbaiki struktur tanah sekaligus meningkatkan kemampuan tanah dalam menyerap air. Melalui proses dekomposisi, serasah diubah menjadi unsur hara yang sangat dibutuhkan pohon untuk tumbuh dan bertahan.
Penjaga Kesuburan
Pohon sebagai penghasil serasah yang cukup besar dan berperan dalam menjaga dan mengembalikan kesuburan tanah di hutan. Unsur hara yang kembali melalui serasah berperan penting dalam menjaga kesuburan tanah dan produktivitas primer ekosistem hutan.
Nutrisi yang dihasilkan dalam ekosistem hutan digunakan untuk kehidupan organisme melalui produksi serasah yang dihasilkan dan proses dekomposisi. Keseimbangan antara produksi serasah dan dekomposisinya akan mempengaruhi akumulasi nitrogen dan lapisan organik tanah.
Akumulasi serasah menjadi tempat bagi habitat dan sumber makanan invertebrata yang menjadi dasar penting dalam rantai makanan.
Dukung Ekosistem Hutan
Penulis pernah melakukan penelitian tersebut. Tujuannya untuk mengetahui seberapa cepat serasah daun Shorea guiso terurai serta kaitannya dengan kandungan bahan organik tanah di Kawasan Hutan Penelitian Dramaga, Bogor, Jawa Barat.
Proses dekomposisi diamati selama 12 minggu menggunakan kantong serasah (litter-bag) berukuran 30 × 40 cm yang masing-masing diisi 100 gram serasah daun kering. Kantong serasah ditempatkan di bawah tegakan pohon Shorea guiso agar proses penguraian berlangsung secara alami.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa laju dekomposisi serasah daun Shorea guiso meningkat seiring waktu. Pada minggu pertama, proses penguraian masih sangat lambat, namun terus bertambah hingga mencapai nilai yang jauh lebih tinggi pada minggu ke-12.
Secara rata-rata, laju dekomposisi mingguan mencapai 0,075 pada tanah dengan kandungan bahan organik tergolong sedang. Temuan ini menegaskan pentingnya peran serasah daun dalam menjaga kesuburan tanah dan mendukung keberlanjutan ekosistem hutan.
**Retno Ayu, Fahutan IPB**


No comment