Meski terkadang dianggap sebagai ‘pengganggu (gulma)’, Semak yang menggelayuti pohon itu bisa jadi memiliki peran penting dalam ekosistem kebun sawit.

COBALAH berjalan di antara kebun sawit, tapi sambil mengamati dengan seksama, termasuk yang ada di batang dan pelepahnya. Ada banyak tanaman yang menjulang tinggi keatas, menyergap batang, bahkan sampai ke sela-sela pelepah. Sekilas memang seperti rumput liar.
Gulmakah? Ternyata bukan. Tanaman liar dan rumput kecil ini yang tumbuh dibatang sawit itu menyimpan cerita yang menarik dan manfaat tersembunyi.
Epifit
Tanaman rumput yang tumbuh dibatang sawit biasanya adalah jenis epifit atau tanaman paku-pakuan kecil. Biasanya mereka hidup tanpa membutuhkan tanah dalam proses pertumbuhannya.

Sebaliknya tanaman ini memanfaatkan celah-celah diantara pelepah untuk menyimpan sisa-sisa bahan organik, debu dan kelembaban. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang cukup nyaman untuk biji rumput atau spora menempel, tumbuh dan berkembang.
Apalagi, batang sawit yang tinggi memberikan akses cahaya matahari. Ini baik untuk kondisi ideal bagi banyak tanaman kecil, terutama yang tumbuh pada batang sawit.
Lalu darimana asalnya? Menurut sejumlah sumber, tanaman rumput bisa tumbuh di batang sawit melalui beberapa cara. Bisa terbawa angin. Biji rumput atau spora halus bisa terbawa angin dan jatuh di sela-sela pelepah sawit. Atau bisa juga terbawa burung dan serangga, bahkan oleh air hujan yang mengalir membawa partikel tanah dan biji kecil yang kemudian tersangkut di bagian batang yang lembap dan berlumut.
Manfaat Bagi Sawit
Meskipun terlihat sepele, keberadaan tanaman kecil yang tumbuh di batang sawit ternyata bisa memberikan manfaaat ekologis bagi tanaman sawit itu sendiri. Lalu apa manfaatnya?
Diantaranya ialah dalam menjaga kelembaban batang.
Tanaman ini membantu menjaga kelembapan di sekitar batang sawit, terutama saat pada musim kering/kemarau. Manfaat lainnya ialah menjadi rumah bagi musuh alami hama: serangga bermanfaat seperti laba-laba, semut, dan parasitoid sering menjadikan tanaman kecil ini sebagai tempat tinggal. Mereka bisa membantu mengendalikan hama sawit secara alami.
Rumput yang menyemak di pohon sawit juga sebagai penyumbang bahan organik: Daun-daun kecil yang rontok bisa membusuk di pangkal batang dan memperkaya tanah dengan bahan organik.
Yang menarik lagi; rimbunnya semak yang membalut bisa melindungi batang dari panas ekstrem: Tanaman kecil ini juga bisa berfungsi seperti “penutup alami” yang melindungi batang dari sinar matahari langsung.
Menurut Sumber GI yang juga salah-satu karyawan perusahaan sawit, rumput yang tumbuh di batang sawit sengaja dibiarkan, karena bisa menyimpan dan menyerap air hujan yang mengalir melalui pelepah dan batang serta menjadi salah sumber makanan dari sawit.
Meski kadang dianggap “numpang hidup”, rumput atau tanaman kecil di batang sawit ternyata bisa berperan sebagai pendukung ekosistem mini di kebun sawit. Meski demikian, pertumbuhannya harus tetap dikendalikan agar tidak mengganggu perawatan batang dan panen. Kesimpulannya, jangan buru-buru mencabut tumbuhan liar yang menggelayuti batang sawit. Bisa jadi, ia sedang membantu menjaga keseimbangan alam di kebun.
(Bakry)


No comment