Mahluk mungil ini punya peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan.

TIDAK semua penjaga hutan itu besar dan gagah. Ada juga yang kecil, diam, dan bekerja tanpa banyak disadari. Salah satunya adalah Polydesmida sp., sejenis kaki seribu pipih berwarna gelap yang hidup di lantai hutan kering Kalimantan Utara (Kaltara).
Meskipun bentuknya sederhana dan kurang populer, makhluk mungil ini punya peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan.
Detritivor
Hewan ini merupakan ordo dalam kelompok Diplopoda, atau lebih dikenal sebagai kaki seribu. Berbeda dari jenis lain yang tubuhnya silindris, Polydesmida memiliki bentuk tubuh pipih dengan pelat-pelat di punggungnya. Warna tubuhnya cenderung gelap, kadang abu-abu atau hitam pekat.
Mereka hidup di antara tumpukan daun kering, kayu lapuk, dan tanah lembap. Meski terlihat seperti hewan yang “biasa saja”, keberadaan mereka sangat penting.
Polydesmida adalah detritivor, artinya mereka memakan bahan-bahan organik mati seperti daun gugur dan sisa tumbuhan. Dengan kata lain, mereka membantu “membereskan sampah” di lantai hutan dan mempercepat proses dekomposisi.
Hasil dari proses ini kemudian menjadi nutrisi bagi tanah, yang sangat penting bagi pertumbuhan tanaman baru. Tanpa keberadaan pengurai seperti Polydesmida, kesuburan tanah hutan bisa terganggu.
Ancaman & Konservasi
Sayangnya, peran penting mereka sering terabaikan. Ketika hutan dibuka untuk perkebunan, dibakar, atau rusak karena aktivitas manusia, habitat Polydesmida ikut terancam. Padahal, tanpa mereka dan spesies pengurai lainnya, hutan bisa kehilangan fondasi ekosistem alaminya.
Memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (10 Agustus) bukan hanya tentang menyelamatkan satwa besar yang hampir punah. Konservasi juga mencakup makhluk-makhluk kecil yang mungkin luput dari perhatian, tetapi berjasa besar bagi kelestarian hutan.

Polydesmida memang tidak populer, tidak muncul di iklan lingkungan, bahkan jarang dibicarakan. Namun, mereka adalah pekerja senyap yang membantu hutan tetap hidup dan subur.
Jadi, mari rayakan konservasi dengan pandangan yang lebih luas. Karena menjaga hutan, berarti juga menjaga setiap makhluk yang hidup di dalamnya. Kecil maupun besar, dikenal maupun belum sempat diperhatikan.
(Resta)


No comment