Rahasia Sehatnya Gigi Orang Afrika

Oleh: Rismita Sari*)

Mereka menggunakan kekayaan alam di sekitar  untuk memelihara kesehatan gigi.

UMUMNYA orang Afrika memiliki gigi yang rapi, sehat dan relatif tidak banyak terserang penyakit gigi. Bahkan tidak jarang gigi mereka terlihat putih dan bersih. Kesehatan gigi orang Afrika sudah diketahui selama berabad-abad, dan hal ini menarik perhatian para peneliti dari berbagai bidang ilmu, salah satunya botani.

Para peneliti ingin mengetahui rahasia di balik kesehatan gigi orang Afrika yang pada zaman dulu dikenal masih jauh dari sentuhan dunia medis, namun mereka mampu memiliki kesehatan gigi yang prima. Bahkan tidak jarang dari mereka yang hidup jauh di bawah garis kemiskinan dan tinggal di daerah terpencil, terisolasi dari masyarakat modern.

Masyarakat Afrika telah lama hidup di daerah gurun dan kering.  Mereka terbiasa hidup dalam banyak keterbatasan; air, sumber pangan, obat-obatan, sandang dan sebagainya.

Dalam keterbatasan sumberdaya alam, mereka hidup dari sumberdaya yang ada. Termasuk dalam perawatan gigi dan mulut atau oral hygiene.

Menarik untuk mengetahui bagaimana cara orang Afrika dapat memiliki gigi yang sehat dalam kehidupan yang serba minim.

Dalam satu studi untuk mengumpulkan informasi bagaimana cara orang Afrika memelihara gigi mereka, sekelompok peneliti melakukan pengumpulan data di Ghana. Studi dilakukan di mana penduduk yang berpenghasilan kurang memadai menggunakan kekayaan alam di sekitar mereka untuk memelihara kesehatan gigi mereka.

‘Kayu Kunyah’

Studi yang dilakukan pada tahun 1979 ini menghasilkan data yang menarik. Ada 21 jenis kayu yang digunakan orang Ghana untuk kesehatan gigi (Tabel 1). Dari ke-21 jenis ada satu yang belum terungkap nama ilmiahnya, hanya diketahui nama lokalnya saja. Kayu tersebut dikunyah atau digigit untuk mendapatkan zat tertentu yang cukup efektif untuk membasmi kuman di mulut dan gigi. Kayu yang dikunyah ini lazim disebut chewing stick atau kayu kunyah.

Tabel 1. Jenis-jenis kayu kunyah yang digunakan di Ghana untuk merawat gigi dan mulut yang dikenal dalam bahasa Akan dan Inggris.

JenisNama lokal dan bahasaSuku (Famili)Bagian tumbuhan yang digunakan
Garcinia afzelii Engl.  Nsokodua (Akan)ClusiaceaeBelahan batang kayu
G. epunctata Stapf  Nsokodua (Akan)ClusiaceaeBelahan batang
G. kola Heckel  Tweapea (Akan)ClusiaceaeBelahan batang
Acacia kamerunensis Gand.Sawe (Akan)FabaceaeAkar yang ditumbuk
A. pentagona (Schumach.) Hook.f.Sawe (Akan)FabaceaeAkar yang ditumbuk
Teclea verdoorniana Exell & MendonçaOwebiribi (Akan)RutaceaeBelahan batang kayu
Dialium guineense Willd.Osenafo (Akan)FabaceaeBelahan batang kayu
Azadirachta indica A.Juss.Neem (Inggris)MeliaceaeRanting yang dikuliti
Musa sapientum L.Plantain (Inggris)MusaceaeTangkai bunga yang ditumbuk, tangkai bunga; ditambah arang kayu
Citrus sinensis (L.) OsbeckCitrus (Inggris)RutaceaeRanting yang dikuliti
Griffonia simplicifolia (Vahl ex DC.) Baill.Kagya (Akan)FabaceaeRanting yang dikuliti
Terminalia cf. glaucescens Planch. ex Benth.Emmiri (Akan)CombretaceaeAkar kecil yang dipanggang
Sawedua (Akan)Ranting yang dikuliti
Phyllanthus muellerianus (Kuntze) ExellAwobe (AkanEuphorbiaceaeRanting utuh atau yang dikuliti
Vernonia colorata (Willd.) DrakeAwonweno (Akan)AsteraceaeRanting yang dikuliti
Anacardium occidentale L.Cashew nut (Inggris)AnacardiaceaeRanting yang dikuliti
Paullinia pinnata L.  Toantin (Akan)SapindaceaeAkar yang dibersihkan
Hibiscus rosa-sinensis L.Hibiscus (Inggris)MalvaceaeRanting yang dikuliti
Microdesmis puberula Hook.f. ex Planch.Fema (Akan)PandaceaeRanting yang dikuliti
Sida acuta Burm.f.  Obrannituata (Akan)MalvaceaeRanting yang dikuliti
Psidium guajava L.  Guava (Inggris)MyrtaceaeRanting yang dikuliti
Ocimum gratissimum L.Nunum (Akan)LamiaceaeRanting utuh
Rothmannia longiflora Salisb.Pobe (Akan) Ranting yang dikuliti

Dari 21 jenis kayu tersebut, ada empat jenis yang paling banyak digunakan. Yaitu dari jenis kayu nsokodua (Garcinia afzelii dan G. epunctata), tweapea (Garcinia kola), sawe (Acacia kamerunensis dan A. pentagona) dan owebiribi (Teclea verdoorniana).

Marga Garcinia adalah tumbuhan dari kelompok manggis-manggisan yang umum ditemukan di kawasan tropis yang merupakan anggota suku atau famili Clusiaceae. Marga tumbuhan Acacia adalah anggota tumbuhan legum atau polong-polongan dari suku Fabaceae yang juga banyak tumbuh di kawasan tropis. Sedangkan tumbuhan Teclea merupakan anggota suku Rutaceae atau jeruk-jerukan. Suku Rutaceae memiliki ciri khas mengandung minyak atsiri sehingga memberikan aroma yang wangi.

Selain dikenal sebagai chewing sticks, berbagai tumbuhan yang digunakan untuk pemeliharaan kesehatan mulut dan gigi di Ghana sudah dikenal sebagai tumbuhan yang memiliki khasiat dalam kesehatan manusia. Sebagai contoh G. kola atau twapea. Tumbuhan ini dikenal sebagai tumbuhan obat herbal yang digunakan untuk mengobati berbagai penyakit.

Buah, biji dan kulit kayunya sudah lama digunakan untuk mengobati berbagai penyakit bahkan pernah dicoba untuk mengatasi penyakit mematikan yang berasal dari Afrika, yaitu ebola. Namun belum diketahui apakah G. kola efektif dalam mengobati ebola.

Kayu owebiribi yang berasal dari tumbuhan T. verdoorniana sudah dikenal luas sebagai tumbuhan obat yang banyak digunakan untuk pengobatan tradisional. Diantaranya adalah daunnya untuk obat mata, kulit kayu untuk bahan obat sakit atau perawatan mulut, rantingnya untuk pengobatan penyakit paru-paru. Masih banyak lagi penggunaan bahan dari owebiribi ini yang telah dikenal oleh masyarakat di Afrika.

Dalam praktek penggunaan sebagai bahan kesehatan mulut dan gigi, bahan kayu nsokodua dari Garcinia punctata dan G. afzelli yang digunakan adalah bagian kulit batangnya. Kayu ini agak lunak dan rasanya agak pahit. Kayu tweapea lebih keras, lebih pahit dari kayu nsokodua.

Kayu sawe yang digunakan adalah akarnya yang ditumbuk. Kayu owebiribi yang digunakan adalah kulit batangnya. Demikian pula dengan jenis lain yang digunakan tersedia dalam berbagai sediaan yang dijual di pasar dan terjangkau oleh masyarakat. Pada umumnya masyarakat memilih bahan kayu yang menurut mereka memberikan dampak positif dan dirasakan manfaatnya.

Murah dan Aman

Dari ke-21 jenis kayu yang digunakan untuk kesehatan gigi di Ghana, beberapa di antaranya terdapat di Indonesia seperti Azadirachta indica (mimba), Hibiscus rosa-sinensis (kembang sepatu), Anacardium occidentale (jambu monyet atau pohon kacang mede) dan Psidium guajava (jambu biji).

Namun di Indonesia keempat jenis tumbuhan ini belum digunakan untuk bahan kesehatan mulut dan gigi. Daun mimba tercatat sebagai bahan alami anti serangga yang dulu orang biasa menyimpan daunnya di dalam buku untuk mencegah kutu atau serangga yang merusak buku. Sedangkan kembang sepatu banyak dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Jambu monyet biasa dimakan sebagai buah segar dan bijinya yang jauh lebih banyak dimanfaatkan sebagai kacang-kacangan yang dijual murni sebagai kacang mede atau sebagai campuran dalam coklat atau es krim. Daun jambu biji di Indonesia sudah lama dikenal sebagai obat herbal diare.

Orang Afrika dengan susunan gigi yang sehat (https://id.images.search.yahoo.com/)
Buah Garcinia kola(http://www.westafricanplants.senckenberg.de/images/pictures/)

Di samping menggunakan pasta gigi dan sikat gigi, mungkin bisa dicoba untuk mengunyah kayu dari tumbuhan tersebut sebagai upaya untuk kesehatan mulut dan gigi dengan bahan alami. Selain murah, bahan alami juga mengandung resiko yang jauh lebih kecil dari bahan kimia.

Anacardium occidentale atau jambu monyet (kiri) dan Psidium guajava atau jambu biji (kanan).
Azadirachta indica (kiri) dan Hibiscus rosa-sinensis (kanan)

Kesehatan mulut dan gigi sangat penting untuk diperhatikan. Gigi memegang peranan penting dalam kesehatan mulut karena gigi adalah perangkat pencerna makanan sebelum makanan ditelan dan dicerna di sistem pencernaan.  Di daerah-daerah di pelosok Indonesia masih banyak ditemukan masalah gigi, bahkan pada usia relatif muda banyak yang mengalami karies gigi yang serius yang menyebabkan gigi ompong. Masalah gigi juga sangat penting karena posisinya yang dekat dengan pusat saraf di kepala sehingga perlu dijaga kebersihannya. Meskipun saat ini sudah banyak produk kesehatan gigi yang diproduksi secara modern tapi bahan alami tetap menjadi pilihan bila produk moderen tidak tersedia khususnya di daerah-daerah terpencil yang jauh dari jangkauan produk moderen.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2023, sebanyak 56,9% masyarakat Indonesia yang berusia 3 tahun lebih mengalami masalah gigi. Provinsi yang paling rendah mengalami masalah gigi adalah Bali yaitu sebesar 46.5% dan yang paling tinggi adalah provinsi Sulawesi Barat sebesar 68.4%. Sedangkan di dunia saat ini negara yang paling tinggi kesehatan giginya adalah Denmark. Diikuti berturut-turut oleh German, Finlandia, Inggris, Swedia, Switzerland, Kanada, Meksiko, Amerika Serikat dan Perancis.

Meskipun Afrika tidak termasuk dalam sepuluh besar negara dengan kesehatan mulut dan gigi terbaik masa kini, tetapi Afrika telah menunjukkan bahwa kesehatan mulut dan giginya terjaga baik sebelum industri produk kesehatan gigi dibangun, dengan memanfaatkan kayu yang ada di sekitar mereka.* (dari berbagai sumber)

*) Periset BRIN

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *