Lilin Aromaterapi dari Minyak Jelantah

Dengan kreatifitas, limbah seperti minyak jelantah pun menjadi bernilai, setelah diolah  menjadi lilin aromaterapi

MANTAP dan pantas diacungi jempol. Oleh ibu-ibu bersama mahasiswa, minyak jelantah diubah menjadi lilin aromaterapi. Itulah yang berhasil dilakukan oleh Resources and Environmental Economics Student Association (REESA), sebuah himpunan profesi di Departemen Ekonomi Sumberdaya Lingkungan (ESL) FEM IPB.

Hal itu dilakukan dalam program “CSR Merangkul x The 17th Greenbase”, Jum’at, 5 September 2025 di Rumah Anorganik (UMKM Bengkel Alam) Kp. Kebon Kopi, Desa Cibanteng, Kabupaten Bogor.

Melalui kolaborasi yang dilakukan, telah tercipta kesadaran dalam mengelola limbah rumah tangga dengan pemberdayaan masyarakat. Bentuk nyata campaign kesadaran lingkungan diwujudkan dengan workshop transformasi minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Sebanyak 20-25 Ibu-Ibu PKK Desa Cibanteng ikut serta dalam kegiatan ini.

Wawasan Baru

Workshop diawali dengan penjelasan singkat mengenai tentang minyak jelantah dan manfaat daur ulang. Setelah itu peserta melakukan praktek membuat lilin aromaterapi dari minyak jelantah.

Kendala yang muncul pada kegiatan ini terjadi saat proses pewarnaan lilin. Warna minyak jelantah yang diolah kurang keluar, sehingga tidak sesuai ekspektasi awal dan dinilai kurang menarik secara visual.

Meski begitu, peserta tetap memperoleh wawasan baru tentang pemanfaatan limbah menjadi produk bermanfaat sekaligus inovasi sederhana yang bisa diterapkan sehari-hari. Peserta merasa senang dan antusias hingga menunggu lilinnya dingin untuk melihat hasil jadinya.

Audy, Mhs ESL IPB

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *