Kepik Pelangi Pulau Obi Menawan Hati

Di tengah rimbunnya hutan tropis Pulau Obi, Maluku Utara, ada satu makhluk mungil yang mencuri perhatian. Ia bukan burung yang berkicau merdu atau kupu-kupu dengan sayap lebar, melainkan seekor kepik kecil berwarna-warni yang memantulkan keindahan seperti pelangi. Geraknya lincah di antara daun dan ranting, seolah menari di alam yang menjadi rumahnya.

PENULIS menyebutnya ‘Kepik Pelangi Pulau Obi’. Tubuhnya mungil namun menawan. Kepala kepik ini didominasi warna hijau, sementara badannya dihiasi perpaduan warna hijau, biru, kuning, hitam, dan oranye yang membentuk garis-garis indah. Bagian ekornya berwarna merah dengan ujung hitam, membuat penampilannya semakin mempesona.

Ukuran dan Warna Tubuh

Seperti serangga lainnya, kepik pelangi memiliki enam kaki yang lentur dan dua antena di kepalanya. Antena ini berfungsi sebagai radar alami, mendeteksi sumber makanan sekaligus memberikan alarm bahaya. Tubuhnya memang kecil, dengan panjang hanya sekitar 0,8–1,0 cm dan lebar 0,4–0,6 cm, namun kelincahannya membuat siapa pun yang melihat pasti terpesona.

Kepik ini sangat gesit. Begitu merasakan desiran angin atau melihat bayangan yang mencurigakan, ia langsung terbang dalam hitungan kurang dari satu detik. Arah terbangnya pun tak biasa: bisa vertikal, bisa juga diagonal, seolah sedang melakukan atraksi di udara. Namun, di balik kegesitan itu, ia sebenarnya cukup ramah.

Apabila seseorang mendekat tanpa niat mengganggu, kepik pelangi cenderung diam. Bahkan, ia bisa didekati hingga jarak 20 cm. Tetapi begitu mencium aroma bahaya, ia akan segera terbang menjauh. Sikapnya yang penuh kewaspadaan ini membuatnya mampu bertahan hidup di alam liar.

Menantang Gravitasi

Kehidupan kepik pelangi juga tidak terpaku pada satu jenis pohon. Ia kerap hinggap pada pohon jambu-jambu, kayu bawang, agathis, pohon anak banyak, hingga berbagai tanaman perdu. Dari satu dahan ke dahan lain, ia menjelajah hutan tropis Obi dengan keanggunannya sendiri.

Hal unik lain dari kepik ini adalah cara ia bertengger. Ia bisa hinggap di atas daun maupun di bagian bawahnya. Saat berada di bawah daun, kepik seakan menentang hukum gravitasi. Tubuhnya tetap menempel kuat meski posisinya terbalik. Ada sesuatu yang istimewa pada kakinya, sehingga ia tak mudah terjatuh.

Pulau Obi ternyata bukan hanya menyimpan kekayaan mineral dan pesona lautnya, tetapi juga menyimpan rahasia kecil yang menawan: seekor kepik pelangi yang indah dan unik. Ia menjadi bagian dari mozaik keanekaragaman hayati yang membuat Obi semakin istimewa di mata dunia.

Muhammad RidwanPimpinan GREEN Indonesia

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *