Jurus Gen Z Selamatkan Lingkungan

Perjalanan transformasi dari kecemasan lingkungan (eco-anxiety) menjadi tindakan nyata yang dilakukan oleh aktivis muda

Mawan (kiri), Ikhda GI (kanan) saat wawancara via Zoom beberapa waktu lalu

ANAK muda itu bernama Mawan. Bagi kalangan Mahasiswa IPB, namanya mungkin sudah tidak asing bagi. Mahasiswa Teknik Mesin dan Biosistem angkatan 59 yang saat ini memegang tampuk kepemimpinan Indonesia Green Action Forum (IGAF) IPB, organisasi yang konsen pada isu lingkungan dan keberlanjutan.

Kisah ini diceritakannya saat wawancara via zoom kepada GI pada Senin (18/08). Dikatakannya, bahwa sejak masa sekolah (SMA), ketika ia berpartisipasi dalam program pengelolaan limbah.  “Salah satu inspirasi terbesar datang dari Ibu Roro Hendarti, seorang aktivis lingkungan yang sekaligus pendiri Perpustakaan Bergerak ‘Limbah Pustaka’,” ungkap anak muda itu kepada GI.

Segeralah Bertindak

Mawan percaya bahwa kecemasan tentang lingkungan dapat diubah menjadi motivasi untuk bertindak. “Dimulai saja, meski dari hal-hal terkecil,” katanya.

Lebih jauh, anak muda itu menjelaskan perbedaan antara kesadaran lingkungan yang sehat dan kecemasan lingkungan. “Kesadaran lingkungan yang sehat ketika itu muncul di diri kita dan bisa membuat kita bergerak melakukan aksi, walaupun dari hal terkecil,” imbuhnya.

Tetapi ketika rasa itu sudah sampai ke tahap cemas, maka yang akan dirasakan adalah overthinking dan tidak ada harapan.  Sehingga tidak ada motivasi lagi karena merasa tidak bisa mengatasinya.

Emosional dan Burnout

Ketua IGAF-IPB itu pun menjelaskan, bahwa perlu strategi untuk mengatasi kelelahan emosional dan burnout yang sering dialami oleh aktivis lingkungan. Ia menekankan pentingnya melakukan tindakan kecil yang positif dan perlu ada keterlibatan dari masyarakat.

Lebih jauh, dalam wawancara online itu, Mawan berbagi pengalamannya. Dikisahkannya mengenai keterlibatannya dalam kampanye dan menghadiri konferensi internasional. Dari sinilah, diakuinya, Dia semakin tahu banyaknya permasalahan mengenai lingkungan yang belum terselesaikan.

“Kadang terlintas di fikiran, apakah yang dilakukan selama ini tidak ada manfaatnya? Maka yang harus dilakukan adalah meredam itu dengan keluar sejenak dan berdiskusi. Sehingga muncul ide-ide dan semangat baru dari aksi kecil dengan semangat nyata,” jelasnya.

Strategi Lingkungan

Mawan membahas strategi untuk mengatasi masalah lingkungan pada berbagai tingkatan: mulai dari individu, komunitas, dan kebijakan.

Di tingkat individu, ia menyarankan tindakan kecil dan konsisten, seperti membuang sampah pada tempatnya. Di tingkat komunitas, ia mengusulkan menciptakan program yang menyenangkan dan melibatkan mahasiswa untuk memberikan ilmu mengenai kesadaran lingkungan.

Indonesia Green Action Forum (IGAF) IPB

Mahasiswa peduli lingkungan itu menambahkan, bahwa pada konferensi mendatang yang diadakan oleh IGAF IPB, dirinya akan berupaya menyatukan mahasiswa dan pimpinan kampus dalam mengatasi pengelolaan limbah sesuai visi ‘Green Campus IPB’. “Kita perlu mendorong adanya tindakan bersama serta nyata, untuk menciptakan perubahan berkelanjutan dan mengurangi kekhawatiran tentang masalah lingkungan.*

Ikhda Annisa, ESL IPB 59

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *