Fungsi Sosial Ekonomi Mangrove

“Namun, salah satu suku di Papua, tepatnya di Teluk Yutepa, ada yang disebut sebagai “Hutan Perempuan”. Hutan Perempuan ini merupakan hutan mangrove khusus yang diperuntukkan hanya untuk perempuan saja yang boleh masuk.”

PT Cedar Karyatama Lestarindo melalui kanal YouTube-nya, Cedar TV, telah melakukan bincang diskusi atau podcast dengan membawa isu yang penting, menarik, dan unik terkait mangrove. Acara podcast ini dibawakan oleh Direktur Utama PT Cedar Karyatama Lestarindo, yaitu Muhammad Ridwan sebagai host dan ditemani Nur Mulyani sebagai co-host.

Adapun narasumber yang membawakan isu mangrove ini, Dr. Dadan Mulyana. Segmen podcast kali ini membahas tentang fungsi mangrove sebagai sosial ekonomi. Mangrove mampu menjadi ekosistem dan habitat yang baik untuk ikan, udang dan kepiting. Keberadaan ikan, udang dan kepiting menjadi sumber kehidupan dan sumber ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Akar mangrove dapat diekstraksi dan hasil ekstraknya dapat diperjualbelikan dan menjadi penghasilan tambahan bagi masyarakat.

Ikan dan udang dipanen pada saat musim tertentu, misalnya panen udang saat musim pelayaran di daerah Bangka, Sungsang maupun di daerah Sumatera Selatan, mampu memanen hingga 10 ton udang.

Jenis-jenis ikan yang tinggal di ekosistem mangrove di antaranya ikan kakap putih, ikan bandeng, ikan belanak, Ada pula jenis ikan lainnya yang bertelur, menetas dan besar di mangrove. Jika sudah besar, ikan-ikan tersebut akan berenang bebas ke laut lepas.

Penangkapan Ikan di mangrove biasanya dikembalikan menurut kebiasaan dan tradisi masing-masing suku. Mayoritas suku di Indonesia yang menangkap ikan adalah laki-laki. Namun, salah satu suku di Papua, tepatnya di Teluk Yutepa, ada yang disebut sebagai “Hutan Perempuan”.

Hutan Perempuan itu merupakan hutan mangrove khusus yang diperuntukkan hanya untuk perempuan saja yang boleh masuk.

Sangat menarik sekali, setelah diketahui bersama, bahwa mangrove dapat berfungsi sebagai peningkatan taraf ekonomi dan fungsi sosial budaya di lingkungan masyarakat sekitar. Adapun podcast selengkapnya dapat ditonton di kanal YouTube CedarTV.

(Anamika)

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *