Carbon project kini bukan sekadar isu global, tetapi sudah menjadi praktik nyata di tingkat tapak. Melalui perhutanan sosial, masyarakat mulai mengambil peran penting dalam menjaga hutan sekaligus berkontribusi pada target iklim nasional.
NARA sumber GI kali ini bernama ‘Faizal Mutaqin’. Dia dikenal sebagai praktisi yang bergerak di bidang Social Forest Management, dengan fokus utama pada perhutanan sosial dan pengembangan carbon community. Banyak hal penting disampaikannya saat wawancara via Zoom belum lama ini.

Selama kurang lebih dua hingga tiga tahun terakhir, ia aktif mendampingi masyarakat dalam berbagai proyek karbon berbasis pemberdayaan, khususnya di kawasan hutan yang dikelola langsung oleh warga. Dia pun terlibat langsung dalam proses pendampingan masyarakat, mulai dari tahap awal berupa observasi kondisi lapang, analisis kebutuhan, hingga penyusunan tindak lanjut kegiatan.
Dijelaskannya kepada GI, bahwa setiap tahapan dalam kegiatannya dirancang agar selaras dengan kondisi sosial, ekonomi, dan ekologis setempat. “Dalam kegiatan ini kami menggandeng sektor swasta, terutama perusahaan yang membutuhkan program CSR berbasis pemberdayaan masyarakat dan lingkungan,” jelas Faizal.
Komitmen Swasta
Lebih jauh Faizal memaparkan, bahwa carbon project pada dasarnya menjadi ruang temu antara kebutuhan masyarakat dan kepentingan sektor swasta.
“Di satu sisi, masyarakat telah lama mengelola kawasan hutan seperti hutan kemasyarakatan, hutan rakyat, dan hutan adat. Namun, mereka masih membutuhkan pendampingan dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan, mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga pencatatan manfaat lingkungan yang dihasilkan,” ungkapnya.
Namun di sisi lain, menurutnya, sektor swasta memiliki kewajiban dan komitmen untuk menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Melalui carbon project, peran ini diwujudkan dalam bentuk dukungan pendanaan dan pendampingan terhadap kegiatan masyarakat. “Terutama dalam penanaman dan pengelolaan kawasan hutan yang berorientasi pada peningkatan serapan karbon,” tambahnya.
Dukung Capaian NDC
Lebih jauh Faizal menuturkan, bahwa proyek karbon saat ini telah digarap oleh berbagai pihak, mulai dari perusahaan, NGO, LSM, hingga kementerian. Keterlibatan banyak aktor ini menunjukkan bahwa isu karbon bukan lagi isu eksklusif, melainkan agenda bersama.
Lebih dari itu, carbon project membuka peluang bagi masyarakat untuk berkontribusi secara langsung terhadap pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia. Melalui pengelolaan hutan yang lebih baik, peningkatan serapan karbon di sektor Forest and Other Land Use (FOLU) dapat dicapai, sehingga mendukung upaya nasional dalam menekan emisi dan menghadapi perubahan iklim.
**Sunday Sinambela, Fahutan Ank 57**


No comment