Di Hutan Penelitian Dramaga – Bogor, saat bersamaan, dua pemandangan yang terjadi (Gulben oleh prajurit TNI – BPBD & praktek karbon hutan oleh CKL). Yang satu merupakan kesiagaan dampak bencana hidrometeorologi, dan satunya lagi terkait aksi mitigasi perubahan iklim.

SIRENE ambulan meraung di sela lebatnya hutan Penelitian Dramaga Bogor, Rabu pagi (10/12/25). Masih dalam kawasan itu, di Situ Gede terlihat dua perahu karet bergerak membawa (seolah korban) dalam kantong jenazah berwarna oranye – sama dengan warna seragam personil (BPBD Bogor) yang mendayungnya. Sejumlah prajurit berbaju loreng (TNI) pun tampak bersiaga di pinggir situ sekitar hutan. “Kami sedang latihan kesiap-siagaan Gulben (penanggulangan bencana),” ucap seorang tentara saat ditanya GI.

Saat bersamaan, tim Cedar Karyatama Lestarindo (CKL) juga melakukan pendampingan praktek lapangan penghitungan karbon hutan, yang diawali dengan pencarian spot (dengan GPS), inventarisasi pohon, serta pengambilan sampel.
Antisipasi
Dua pemandangan yang terjadi bersamaan (Gulben oleh prajurit & praktek oleh CKL) di satu lokasi tersebut nyaris ‘senada’. Yang satu demi kesiagaan dampak bencana hidrometeorologi, dan satunya lagi; terkait aksi mitigasi perubahan iklim.

Dikatakan oleh Dr. Dadan Mulyana, salah-seorang mentor pada kegiatan praktek lapangan tersebut, bahwa musibah banjir dan longsor adalah indikator hutan sudah rusak. Tidak bisa menjalankan fungsinya.
Hal tersebut disampaikan oleh Dr. Ahli Ekologi Hutan PT. Cedar Karyatama Lestarindo (CKL) itu menambahkan, bahwa untuk melestarikan hutan perlu diketahui karakter hutan, dengan berbagai jenis pohon serta satwanya. “Sehingga kita tahu bagaimana cara melestarikannya,” ucap Dadan kepada GI saat bertemu di Hutan Dramaga siang tadi, Rabu (10/12/25).
***Riz***


No comment