Sapi Bali; Tangguh di Tengah Tantangan Iklim

Upaya memacu pengembangan Sapi Bali adalah salah-satu jurus jitu saat ini. Kualitas dagingnya premium dan rendah kolesterol.  

MBG (Makan Bergizi Gratis) menuntut tersedianya bahan pangan berkualitas, salah-satunya daging sapi. Sementara kecukupan daging sapi di republik ini, belum sepenuhnya aman, alias sebagian masih impor. Di tengah tantangan itu, perubahan iklim global tentu mempengaruhi suplai daging sapi dunia.

Sapi lokal (asli Indonesia), misalnya Sapi Bali, agaknya bisa menjadi jawaban. Upaya memacu pengembangan Sapi Bali adalah salah-satu jurus jitu saat ini.   

Daya Adaptasi Tinggi

Di balik bentuk tubuhnya yang sederhana, Sapi Bali menyimpan nilai ekologis dan budaya yang besar. Sebagai plasma nutfah asli Indonesia, sapi ini tidak hanya menjadi sumber pangan bagi masyarakat, tetapi juga mencerminkan ketahanan ternak lokal dalam menghadapi keterbatasan pakan, iklim tropis, dan perubahan lingkungan.

Sapi Bali merupakan plasma nutfah asli Indonesia yang berasal dari banteng liar (Bos javanicus).

Keunggulan utama sapi Bali terletak pada daya adaptasinya yang tinggi terhadap lingkungan tropis. Sapi ini mampu bertahan hidup di daerah dengan ketersediaan pakan terbatas serta relatif tahan terhadap berbagai penyakit yang kerap menyerang sapi jenis lain.

Tak hanya itu. Kemampuannya mengubah pakan berkualitas rendah menjadi daging secara efisien menjadikan sapi Bali sangat cocok dipelihara oleh peternak kecil.

Dari sisi reproduksi, sapi Bali dikenal memiliki tingkat kesuburan yang tinggi. Gangguan reproduksi relatif jarang terjadi, proses beranak tergolong mudah, dan tingkat keberhasilan bunting cukup baik dibandingkan sapi lokal lainnya.

Di Bali dan wilayah Indonesia bagian timur, sapi Bali tidak hanya dimanfaatkan sebagai penghasil daging, tetapi juga sebagai hewan kerja di sawah. Selain itu, sapi Bali memiliki peran penting dalam berbagai upacara adat dan menjadi sumber pendapatan utama bagi peternak rakyat.

Tahan Kondisi Ekstrim

Dikutip dari berbagai sumber, bahwa Sapi Bali sangat menjanjikan. Prospeknya untuk mengurangi ketergantungan impor cukup bisa diandalkan. Sapi asli Indonesia ini memiliki keunggulan daya tahan tubuh, adaptasi lingkungan ekstrem.

Yang bikin optimis lagi, produktivitas reproduksinya tinggi (sering kembar). Dagingnya sehat karena rendah kolesterol.

Sapi Bali memiliki daya cerna tinggi terhadap pakan berserat, tahan kondisi ekstrem, dan menghasilkan daging berkualitas tinggi (rendah kolesterol). Penelitian menunjukkan daging Special Bali Beef mampu menandingi kualitas daging impor.

**Aldo/Riz**

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *