Selain sebagai pelengkap bumbu masakan, kapulaga juga dimanfaatkan dlam pembuatan obat (herbal). Harganya bisa mencapai Rp 1 juta lebih per kilogram.
KONON, seperti disebutkan dalam beberapa publikasi, tumbuhan ini berasal dari Pegunungan Himalaya. Maka tak heran jika di Indonesia pun sentra produksinya umumnya di daerah dataran tinggi.
Namanya kapulaga. Orang di pasaran menyebutnya ‘kapol’. Tumbuhan beraroma wangi dan hangat ini berasal dari keluarga Zingiberaceae. Bijinya yang kecil bisa digunakan dalam berbagai bentuk, mulai dari bubuk hingga biji utuh. Keunikan rasa kapulaga menjadikannya bahan yang tak hanya digemari di dunia kuliner, tetapi juga banyak dimanfaatkan dalam dunia kesehatan tradisional.

Harganya fantastis. Dilansir dari sejumlah sumber, harga per kilogram kapulaga bervariasi tergantung jenisnya (lokal/jawa, putih, hijau/India, hitam) dan kualitasnya. Biasanya berkisar mulai dari sekitar Rp 40.000 hingga lebih dari Rp 1.000.000 per kilogram.
Bumbu Masak & Obat
Selain sebagai pelengkap bumbu masakan, kapulaga juga dimanfaatkan dlam pembuatan obat (herbal). Buah tanaman yang berbentuk biji kecil dan dipanen dari tanah di sekitar perakarannya, kaya antioksidan, vitamin (terutama C), dan mineral penting seperti magnesium, kalium, mangan, zat besi, dan zinc.
Selain itu, kapulaga juga mengandung minyak atsiri, flavonoid, serta antioksidan yang berperan penting dalam mendukung fungsi organ secara optimal. Salah satu manfaat kapulaga untuk wanita adalah membantu meredakan nyeri haid. Kapulaga juga mengandung senyawa antiinflamasi dan minyak atsiri yang berperan dalam mengurangi peradangan serta merelaksasi otot rahim.
**Bakry/Riz**


No comment