Rusa Timor di Kampus IPB

Rusa Timor sangat mudah beradaptasi di penangkaran, bahkan dapat dipelihara dengan sistem mini ranch di pekarangan rumah. Inilah ‘satwa harapan’ yang memiliki prospek agribisnis yang menjanjikan di Indonesia.

DI BAGIAN belakang, masih dalam areal kampus IPB Dramaga, puluhan rusa berkembang biak dengan baik. Seperti dikutip dan disunting dari tayangan video pendek di chanel CEDAR TV, jenis ruminansia hutan di kampus tersebut adalah Rusa timorensis (Rusa Timor).

Mamalia ini merupakan herbivora yang menyukai daun-daunan, pucuk muda, serta buah-buahan. Rusa Timor juga aktif pada pagi dan sore hari, saat suhu lingkungan lebih sejuk. Di alam bebas, habitatnya cukup beragam, mulai dari hutan dataran rendah, padang rumput, hingga kawasan pegunungan. Hal ini menunjukkan kemampuan adaptasinya yang tinggi.

Giatkan Penangkaran

Namun sayangnya, Rusa Timor kini berstatus rentan terhadap kepunahan dan telah dilindungi berdasarkan Permen LHK Nomor 106 Tahun 2018. Ancaman seperti perburuan liar masih sering terjadi, terutama untuk diambil tanduk dan dagingnya yang memiliki nilai ekonomi.

Berbagai upaya konservasi terus dilakukan untuk mencegah kepunahan, salah satunya melalui program penangkaran.

Satwa harapan

Rusa tergolong satwa harapan. Tentu, bila dikelola secara baik dan berkelanjutan.

Rusa memiliki ‘breeding behavior’ yang relatif mudah (banyak penelitian yang mendukung). Disamping itu, rusa pun tergolong Non-endemic species, terutama untuk wilayah Indonesia timur.

Peternakan rusa, khususnya jenis Rusa Timor (Rusa timorensis) dan Rusa Sambar (Rusa unicolor), merupakan usaha agribisnis satwa harapan yang memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan di Indonesia.

Daging Premium

Rusa semakin populer untuk ditangkarkan secara komersial karena kemampuannya menghasilkan daging premium, tanduk (velvet), dan kulit.

Daging rusa memiliki keunggulan rendah lemak dan tinggi zat besi, menjadikannya pilihan konsumsi yang lebih sehat.

Rusa Timor sangat mudah beradaptasi di penangkaran, bahkan dapat dipelihara dengan sistem mini ranch di pekarangan rumah.

Dari Hutan ke Peternakan?

Di Indonesia sendiri, pernah ada kebijakan dari Kementerian Pertanian yang mendorong agar rusa dijadikan sebagai binatang ternak. Walau begitu, Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) masih melihat rusa sebagai satwa yang harus dilindungi khususnya untuk beberapa spesies yang populasinya terancam punah.

Faktanya, perburuan rusa yang massif terjadi tidaklah berbanding lurus dengan upaya pelestariannya.

**Daffa/ Riz**

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *