Bambu adalah rumput, dengan peran besar bagi lingkungan.

SADARKAH, jika perubahan iklim kian mengancam, termasuk nyawa dan harta benda di berbagai tempat. Kasus bencana hidrometeorologi di Sumatera jelang penghujung tahun lalu yang belum terpulihkan, disusul kejadian di Bandung Barat belum lama ini, seolah memperingatkan potensi musibah bakal datang lagi. Entah kapan dan dimana.
Untuk itu, tidak ada salahnya jika antisipasi perlu dilakukan. Rumah atau pemukiman di posisi lahan yang miring, atau lereng bukit, pilihan penanaman bambu di sekitar rumah adalah pilihan yang tepat.
Mengapa? Karena tumbuhan ini memiliki sistem perakaran berupa rimpang, yang menyebar luas dan rapat di dalam tanah. Akarnya sangat efektif untuk menahan tanah dan mengurangi risiko erosi serta longsor. Meskipun rimbun laksana hutan, namun bambu lebih ringan dibanding rimba pepohonan.
Bambu itu bukanlah pohon, tetapi rumput. Secara ilmiah, bambu termasuk famili Poaceae, satu keluarga dengan padi dan gandum.
Multiguna
Selain manfaat ekologis, bambu juga unggul sebagai bahan furnitur. Sifatnya ringan, kuat, tahan lama, serta memiliki nilai estetika yang tinggi.

Disamping itu, bambu membuktikan bahwa keberlanjutan bukan sekadar konsep, melainkan solusi nyata yang tumbuh langsung dari alam. Artikel ini terinspirasi dari tayangan di chanel CEDAR TV. Silahkan simak.
**Daffa/ Riz**


No comment