Di balik rindangnya pepohonan Hutan Al Hurriyah IPB University, ada peran besar yang sering tak terlihat: menyerap dan menyimpan karbon.

IPB University dikenal sebagai kampus dengan kekayaan ruang hijau yang luar biasa. Di antara pepohonan yang tumbuh rapat dan rindang, tersimpan peran penting yang sering luput dari perhatian banyak orang: karbon hutan.
Salah satu lokasi yang menjadi laboratorium alam untuk mempelajari hal ini adalah Hutan Al Hurriyah, hutan pendidikan milik IPB University di kawasan Dramaga. Beberapa waktu lalu, sekelompok orang –termasuk penulis– bersama manajemen PT. Cedar Karyatama Lestarindo (CKL) melakukan survey dan pengambilan sampel karbon ke kawasan hutan tersebut.
Seperti sudah jamak yang tahu, bahwa CKL adalah perusahaan jasa konsultasi terkait antisipasi perubahan iklim, penghitungan karbon, pembuatan DRAM, serta AMDAL yang bermarkas di Bogor.
Sistem Alami
Di balik keteduhan hutan tersebut, mahasiswa dan peneliti melakukan praktik pengambilan data karbon sebagai bagian dari upaya memahami peran hutan dalam menghadapi krisis iklim. Kegiatan ini bukan sekadar berjalan di tengah hutan, tetapi proses ilmiah yang dilakukan secara sistematis dan teliti.
Pengambilan data karbon hutan diawali dengan pembuatan plot pengamatan. Di dalam plot ini, berbagai komponen hutan diukur, mulai dari diameter pancang, tiang, hingga pohon dewasa.
Selain itu, data serasah seperti daun kering dan ranting yang gugur juga dikumpulkan sebagai bagian dari perhitungan biomassa hutan. Setiap pengukuran memiliki peran penting karena akan menjadi dasar dalam menghitung biomassa dan cadangan karbon yang tersimpan di dalam hutan.
Dari data inilah kita bisa memahami bahwa semakin besar dan sehat pohon yang tumbuh, semakin besar pula kemampuan hutan untuk menyerap dan menyimpan karbon dari atmosfer. Hutan bukan hanya sekadar kumpulan pohon, melainkan sistem alami yang bekerja aktif dalam menjaga keseimbangan iklim bumi.
Sebagai hutan pendidikan, Hutan Al Hurriyah memiliki posisi yang sangat strategis. Lokasinya yang mudah diakses menjadikannya ruang belajar terbuka bagi mahasiswa untuk menghubungkan teori di kelas dengan praktik langsung di lapangan. Di sinilah ilmu kehutanan, lingkungan, dan perubahan iklim benar-benar terasa nyata.

Lebih dari sekadar angka, grafik, dan tabel laporan, praktik pengambilan data karbon di Hutan Al Hurriyah merupakan wujud kepedulian terhadap masa depan bumi. Dari hutan yang mungkin terlihat kecil di sudut kampus ini, kita diajak untuk menyadari bahwa setiap pohon memiliki peran besar dalam menjaga iklim global. Karena pada akhirnya, menjaga hutan hari ini berarti menjaga masa depan generasi mendatang.
**Sunday Sinambela, Fahutan Ank 57**


No comment