Pare Hutan; Kecil, Pahit, Namun Berkhasiat Hebat

Pernah  lihat pare sekecil ini di semak-semak? Ini bukan sembarang pare, tapi Pare Hutan atau Pare Alas.

PARE ini memang unik. Beda dengan pare yang sering ditemukan di pasar, atau pare yang sudah dikenal secara umum. Beberapa literatur menyebutkan, bahwa si kecil ini berasal dari Afrika dan sudah melanglang buana sejak abad ke-16.

Di Eropa zaman dulu, dia bukan buat dimakan, tapi jadi tanaman hias mewah karena warna buahnya yang oranye dan tampilannya yang cantik.  

Pembersih Darah

Konon, di Karibia, tanaman ini dikenal sebagai Cerasee. Daunnya diseduh jadi teh legendaris yang dipercaya sebagai detoks darah (pengeluaran racun) paling ampuh.  Sementara di Afrika, daun mudanya justru jadi sayuran favorit yang kaya nutrisi.

Sementara di Indonesia, orang mengenalnya sebagai Pare Alas. Masyarakat sejak dulu memanfaatkannya sebagai obat tradisional untuk meredakan demam dan obat cacing alami. Pare Alas memang kecil, tapi manfaatnya tidak main-main. ‘Kecil-kecil cabe rawit’.

Kehandalan pare hutan sebagai obat memang sudah tidak diragukan lagi, terutama bagi masyarakat pedesaan atau para herbalist. Namun perludiingat;  jangan asal makan. Kalau sudah terlalu matang karena rasanya sangat pahit.

**Bakry/ Riz**

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *