Jejak Karbon di Balik Inovasi MaggoPlast-Gel

Sejauhmana MaggoPlast-Gel atau plaster cair berbasis minyak maggot dan ekstrak brotowali, benar-benar ramah lingkungan?.

INOVASI berbasis bahan alami seringkali dipandang sebagai jawaban atas persoalan lingkungan. Namun, di balik sebuah produk inovatif, ada proses produksi yang juga perlu dilihat dampaknya. Inilah yang melatarbelakangi sebuah kajian.

Yang pasti, berbagai aktivitas manusia, termasuk dalam pengembangan dan produksi suatu produk, berpotensi menimbulkan dampak lingkungan sejak tahap pemanfaatan sumber daya alam hingga pembuangan limbah pasca konsumsi.

Permasalahan plastik sekali pakai dan residu limbah farmasi yang mencemari perairan misalnya, menjadi contoh nyata tekanan lingkungan yang masih dihadapi hingga kini. Kondisi ini menunjukkan bahwa aspek lingkungan perlu menjadi perhatian sejak tahap awal pengembangan produk.

Untuk menjawab tantangan tersebut, metode Life Cycle Assessment (LCA) digunakan sebagai pendekatan evaluasi dampak lingkungan. LCA memungkinkan penilaian input, output, serta potensi dampak lingkungan suatu produk secara kuantitatif. Melalui pendekatan ini, sebuah inovasi tidak hanya dinilai dari sisi fungsi dan manfaatnya, tetapi juga dari jejak lingkungan yang ditinggalkan selama proses produksinya.

MaggoPlast-Gel sendiri merupakan inovasi plaster cair pertama di Indonesia yang dikembangkan dalam bentuk nanoemulgel. Produk ini memanfaatkan minyak maggot sebagai bahan dasar, yang dikenal sebagai hasil pemanfaatan limbah organik bernilai tambah, serta ekstrak brotowali sebagai bahan alami pendukung penyembuhan luka.

Dengan karakteristik higienis, fleksibel, tidak menimbulkan iritasi, dan memberikan sensasi dingin, MaggoPlast-Gel dirancang sebagai solusi praktis untuk pertolongan pertama pada luka ringan.

Selain dari sisi fungsi, MaggoPlast-Gel juga menarik untuk dikaji dari perspektif lingkungan. Pemanfaatan bahan berbasis hayati menunjukkan potensi pengurangan ketergantungan terhadap bahan sintetis. Namun, seiring dengan meningkatnya kebutuhan dan skala produksi, proses manufaktur tetap berpotensi menimbulkan dampak lingkungan yang perlu dipahami dan dikelola sejak dini.

Gate to Gate

Kajian LCA pada MaggoPlast-Gel dilakukan dengan pendekatan gate to gate, yaitu meninjau dampak lingkungan pada proses produksi internal, mulai dari formulasi bahan, pencampuran, hingga pengemasan.

Unit fungsional yang digunakan adalah satu botol MaggoPlast-Gel berukuran 5 mL, dengan input utama berupa minyak maggot, ekstrak brotowali, bahan tambahan, air, serta energi listrik sebagai penggerak proses produksi.

Hasil penelitian menunjukkan, bahwa produksi satu botol MaggoPlast-Gel menghasilkan potensi pemanasan global (Global Warming Potential/GWP) sebesar 0,506 kg CO₂-eq. Penggunaan energi listrik menjadi kontributor terbesar terhadap jejak karbon, dengan porsi sekitar 67 persen, diikuti oleh emisi etanol dari proses maserasi serta penggunaan bahan tambahan berbasis petrokimia.

Perlu Inovasi Proses Produksi

Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun MaggoPlast-Gel dikembangkan sebagai produk berbasis bahan alami, proses produksinya tetap memiliki jejak lingkungan yang terukur. Kajian ini memberikan gambaran awal mengenai bagaimana inovasi di bidang kesehatan juga perlu ditinjau dari sisi keberlanjutan prosesnya.

Melalui kajian ini, MaggoPlast-Gel tidak hanya dipandang sebagai inovasi penyembuh luka berbahan alami, tetapi juga sebagai produk yang telah dikaji dampak lingkungannya.

Pembahasan ini menegaskan pentingnya evaluasi lingkungan sebagai bagian dari pengembangan inovasi, agar manfaat produk dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keberlanjutan lingkungan.

**Almira, Alumni Sekolah Vokasi – IPB**

1 Comment

  • Hey there, I was wondering if you took guest posts on greenindonesia.co? If so, how would I go about getting one on your site? If there is a fee, let me know.

    Also, if you have any other sites you can get me a post on please list them.

    Thanks

    Justin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *