Gernas pohon langka hingga hari ini telah menampakkan hasilnya. Aneka jenis pohon yang nyaris punah itu telah tumbuh di berbagai lokasi.
“POHON Langka Nusantara Sebagai Alat Negosiasi Global”. Demikian judul buku yang diluncurkan oleh Tim Gernas Pohon Langka Nusantara (Gernas PLN) dalam sebuah rangkaian acara Munas H.A IPB pekan lalu.
Menurut Muhammad Ridwan, Penulis Utama buku tersebut, dalam konteks global, keberadaan dan pengelolaan pohon langka dapat memperkuat posisi Indonesia dalam negosiasi internasional mengenai keanekaragaman hayati.

“Keunggulan biodiversitas yang kita miliki menjadi modal penting dalam diplomasi lingkungan, sekaligus menunjukkan komitmen Indonesia dalam menjaga warisan alam dunia,” ucap Ketua Gernas Pohon Langka Nusantara yang juga ahli penghitungan karbon tersebut.
Alat Negosiasi Global
Ditambahkannya, bahwa jenis, manfaat dan nilai kelangkaan ini sangat bagus untuk dijadikan alat negosiasi internasional Indonesia.
“Nilai keunikan dan kelangkaan ini merupakan asset yang besar. Kedepan diharapkan dapat dijadikan sebagai salah-satu alat komunikasi, negosiasi dan transaksi yang dapat bernilai ekonomi,” tutur penulis buku sekaligus Direktur PT. Cedar Karyatama Lestarindo (CKL) itu.
Ridwan pun mengatakan, dalam perjalanannya, Gernas pohon langka hingga hari ini telah menampakkan hasilnya. Aneka jenis pohon yang nyaris punah itu telah tumbuh di berbagai lokasi. Tiga lokasi yang telah dihijaukan dengan pohon langka tersebut, meliputi kawasan Kampus IPB (Dramaga), tol KM 88, dan di Tangerang.
***Riz***


No comment