Dari limbah, tumbuh peluang dan harapan

UMKM Bengkel Alam atau kerap disebut ‘Rumah Anorganik’ merupakan wirausaha kreatif berbasis pengelolaan limbah anorganik. Usaha ini berlokasi di Kp. Kebon Kopi No.11 RT01/RW10 Desa Cibanteng, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Bermula sejak tahun 2020, pertemuan antara Resources Environmental and Economics Student Association (REESA) atau himpunan profesi Departemen Ekonomi Sumberdaya dan Lingkungan (ESL) FEM IPB, Dr. Meti Ekayani, S.E., M.Sc. selaku dosen pembimbing, serta PKK RW 10 Desa Cibanteng. Pertemuan tersebut menghasilkan kerja sama mengenai pengolahan sampah anorganik.

Awal pertemuan dilakukan untuk kegiatan perlombaan yang diikuti oleh REESA. Kegiatan ini mengumpulkan PKK, warga, sesepuh, aparat, hingga perangkat Desa Cibanteng untuk mengikuti pelatihan yang diberikan. Seiring berjalannya waktu, pertemuan ini menjadi gayung bersambut, sehingga tahun 2022 terciptalah Rumah Anorganik atau UMKM Bengkel Alam. Mukhlis dan Atma Rohayani, penggerak sekaligus pemilik usaha tersebut.
Aneka Produk
Jenis produk yang dijual Rumah Organik terbagi menjadi dua, yaitu kerajinan dan furniture. Kerajinan yang dijual adalah bantal custom, bantal leher, gantungan kunci rajut, stand hp, plakat daur ulang, serta paving block sebagai furniture/konstruksi.

Untuk saat ini, barang dibuat berdasarkan pesanan saja. Biasanya pemesanan dilakukan melalui Whatsapp atau datang langsung. Barang yang paling populer saat ini adalah gantungan rajut, bantal custom, serta bantal leher.
Dalam mengembangkan usahanya, Rumah Anorganik menaungi beberapa kelompok pengrajin yang ada di sekitar Desa Cibanteng. Selain itu, kelompok ini turut berperan sebagai pemasok dalam memenuhi beberapa kebutuhan.

Seiring berjalannya usaha, terdapat kendala dalam memenuhi permintaan, khususnya pada paving block. Mesin yang semula skala riset perlu ditingkatkan menjadi skala produksi. Sehingga, saat ini belum bisa memenuhi permintaan paving block
.Audy, Mahasiswa ESL FEM IPB


No comment