Bunyi Gamelan di Tengah Hutan. Burung Apa?

Nama burung ini berasal dari suara khas yang dihasilkan, yaitu seperti bunyi pukulan gong yang dalam dan bergema.

GONNG…! Suara itu mirip gamelan di tengah senyapnya hutan. …..Ihh seram!?

Namun tunggu dulu. .Jika mendengar suara itu dalam hutan di daerah Maluku, khususnya Maluku Utara, tidak usah panik atau bingung. Itu merupakan suara Burung Gong (Gymnocorvus spp).

Endemik Wallacea

Burung Gong hanya dapat ditemukan di wilayah Maluku, khususnya Maluku Utara, dan beberapa pulau di sekitarnya. Penyebarannya yang terbatas membuatnya menjadi satwa dengan nilai konservasi yang tinggi (Coates & Bishop, 1997).

Ciri-ciri fisik burung ini adalah warna bulu hitam pekat mirip dengan burung gagak (Corvus spp), namun ciri yang paling mencolok dan membedakan dengan burung gagak adalah iris mata merah terang yang kontras dengan bulu hitam yang mengkilap (Hoyo et al., 2009)

Burung ini hidup dengan cara berkelompok dalam jumlah sedikit, biasa bertengger pada pohon besar atau terbang bersama. Perilaku ini juga yang membedakan dengan gagak yang sering terlihat soliter atau berkelompok dalam jumlah yang besar (BirdLife International, 2023)

Peranan Ekologi

Nama burung ini berasal dari suara khas yang dihasilkan yaitu seperti bunyi pukulan gong yang dalam dan bergema, kerap kali suara ini dijadikan penanda kehadiran mereka di hutan. Burung gong adalah omnivora oportunis, ia memangsa serangga besar, kadal, bahkan anak burung lainnya. Peranannya sangat penting dalam menjaga kekseimbangan ekosistem hutan. (Higgins et al., 2006)

Masyarakat lokal di daerah Maluku menggunakan suara burung gong ini sebagai “alarm alami” sebagai penanda waktu tertentu. Kearley, M. (2010) menujukan bahwa adanya hubungan antara burung ini dengan budaya masyarakat lokal

Zaki Luqman

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *