Kearifan lokal adalah kekayaan yang terbentuk melalui proses yang begitu panjang oleh masyarakat untuk kepentingan bersama sehingga perlu dilestarikan demi keberlangsungan hidup.

KESEPUHAN Girijaya bukan sekadar nama. Girijaya cerminan komunitas adat yang memegang teguh kearifan lokal. Lokasi tepatnya berada di Desa Girijaya, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
“Girijaya ini berada di wilayah yang rawan bencana, namun masyarakat jarang mengalami bencana besar,” ucap Rida, Ketua Tim PKM-RSH (Program Kreativitas Mahasiswa-Riset Sosial Humaniora) IPB yang sedang melakukan riset di Kasepuhan Girijaya.
Berada di lereng Gunung Salak yang dikenal rawan longsor, masyarakatnya justru jarang tertimpa bencana besar. Mereka meyakini bahwa keselamatan mereka berasal dari kepatuhan terhadap aturan adat yang telah mengakar kuat. Aturan ini bukan sekadar tradisi, melainkan fondasi hidup yang mengajarkan mereka untuk hidup selaras dengan alam dan Tuhan.

Filosofi Hidup
Filosofi hidup masyarakat Girijaya terangkum dalam tiga kata: Hirup, Hurip dan Pati. Hirup artinya hidup, mengajarkan bahwa manusia harus sadar bahwa hidup adalah anugerah dan tanggung jawab dari Allah SWT. Hurip artinya rezeki, menjadi pengingat untuk senantiasa bersyukur atas segala karunia dan berusaha dengan sungguh-sungguh. Sementara itu, Pati artinya kematian, menjadi pengingat untuk selalu mempersiapkan diri menghadapi akhirat.
Peran Leluhur
Kepemimpinan di Kesepuhan Girijaya dipegang oleh seorang ketua adat yang merupakan keturunan langsung dari Eyang Abu Bakar Sholeh atau Eyang Kulon, leluhur mereka. Ketua adat dianggap sebagai perwakilan leluhur di dunia, menjadi tempat berkeluh kesah dan meminta berkah bagi warganya.
“Masyarakat menaati segala nasihatnya karena percaya bahwa itu sama dengan menghormati leluhur mereka”, ujar mahasiswa peraih pendanaan riset dari Kemdiktisaintek itu.
Bersyukur & Yakin
Kearifan lokal mereka juga tercermin dalam beragam ritual dan tradisi. Seren Taun salah satunya. Upacara tahunan sebagai wujud syukur atas hasil panen yang melimpah.

Bagi masyarakat Girijaya, ketaatan pada adat bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi sebuah keyakinan yang kuat. Mereka percaya bahwa dengan menjaga harmoni antara manusia, alam, dan spiritual, mereka akan senantiasa mendapatkan keberkahan dan dilindungi dari segala malapetaka. Inilah yang menjadikan Kesepuhan Girijaya begitu istimewa sebuah contoh nyata di mana adat menjadi solusi modern untuk hidup selaras dan aman.
Ardi Setiawan


No comment