Pulau Obi, Maluku Utara, ternyata menyimpan bukan hanya pesona hutan tropis, tetapi juga detail kehidupan mungil yang sering terlewatkan. Kepik kerikil adalah salah satunya.

MENYUSURI hutan alam Desa Susepe, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, mata penulis tertuju pada jalan setapak yang dipenuhi batu kerikil dan serasah kering. Saat asyik menapaki tanah itu, tiba-tiba ada satu kerikil kecil yang bergerak.
Sekilas penulis mengira angin yang menyapunya, tapi jalur itu begitu tenang, tak ada hembusan yang cukup kuat untuk menggeser kerikil. Tak mungkin juga ada hewan lain yang menggerakkannya, sebab aku melihatnya jelas: kerikil itu hidup.
Penulis mendekat, menajamkan pandangan, dan tercengang. Ternyata, yang dikira batu kerikil hanyalah penyamaran sempurna seekor serangga mungil; kepik kerikil.
Menyamar Jadi Kerikil
Kepik unik ini sekilas mirip anggota famili Scutelleridae, si kepik punggung keras. Dari atas, bentuk tubuhnya menyerupai perisai perang. Matanya tampak agak renggang, berbeda dengan kebanyakan kepik yang cenderung rapat.
Yang membuatnya menawan adalah teksturnya. Tubuh kepik kerikil ini begitu mirip dengan bebatuan di sekitarnya—dengan warna coklat muda, coklat tua, hingga abu-abu. Bagi mata yang tak jeli, ia akan terlihat seperti bagian alami dari jalan setapak hutan.
Menariknya, ia tidak langsung terbang saat didekati. Ia hanya berjalan pelan, seolah tidak ada ancaman, melainkan pertemuan hangat dengan pengunjung yang akhirnya memperhatikannya.
Mozaik Tanah Obi
Pulau Obi, Maluku Utara, ternyata menyimpan bukan hanya pesona hutan tropis, tetapi juga detail kehidupan mungil yang sering terlewatkan. Kepik kerikil ini adalah salah satunya.
Hingga kini, lebih dari 5.000 spesies kepik telah teridentifikasi di dunia. Namun, bentuk unik yang ini terasa istimewa. Seperti potongan mozaik kecil dari kekayaan plasma nutfah Nusantara yang belum seluruhnya terungkap.
Pelajaran dari Si Mungil
Pertemuan singkat dengan makhluk sekecil ini menyadarkan penulis: betapa luas dan beragam ciptaan Tuhan. Ada yang besar dan gagah, ada pula yang kecil hingga hampir tak terlihat. Tetapi semuanya hidup, tumbuh, dan bergerak sesuai perannya.

Kepik kerikil mungkin hanyalah titik kecil di lantai hutan. Namun dari balik samarnya, ia memberi pesan sederhana: bahwa alam selalu penuh kejutan, dan ada begitu banyak kehidupan yang menanti untuk kita temukan, bila kita mau memperhatikan lebih dekat.
Resta


No comment