Beberapa pemateri dalam training eksekutif CKL tersebut tercatat sebagai para pakar yang cukup terkenal di bidangnya.
‘LEBIH dari sekedar pelatihan’. Demikian kesan Training Eksekutif perdana yang digelar PT. Cedar Karyatama Lestarindo (CKL) yang berlangsung tiga hari, sejak 27 Agustus dan berakhir sore ini.

Luar biasa. Tampaknya ini bukan hanya ajang berbagi ilmu, tetapi juga mempertemukan orang-orang dari latar belakang berbeda dengan satu kepentingan bersama: mencari solusi perubahan iklim melalui mekanisme karbon.
Pihak penyelenggara (CKL) berharap melalui suasana belajar yang santai namun serius ini, para peserta tidak hanya paham teori, tetapi juga siap mengaplikasikan ilmu di instansi masing-masing.
Materi Mendalam
Beberapa pemateri dalam training eksekutif CKL tersebut tercatat sebagai para pakar yang cukup terkenal di bidang terkait.
Di hari pertama, materi dibawakan langsung oleh pakar, Dr. I Wayan Susi Dharmawan (Peneliti Ahli Utama, BRIN). Materi pertama membahas kebijakan nasional dan internasional terkait perubahan iklim, termasuk perjalanan panjang sejak Earth Summit 1992, Protokol Kyoto 1997, hingga Perpres 98/2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK).
Dalam pemaparannya, Wayan mengajak peserta diajak memahami konsep NDC (Nationally Determined Contribution), baseline emisi, hingga tantangan leakage dalam proyek karbon.
Diskusi mengalir seru, misalnya saat membahas mengapa Indonesia menaikkan komitmen NDC dan bagaimana baseline yang salah bisa membuat seluruh perhitungan emisi keliru.

Selanjutnya, materi kedua mendalami Forest Reference Level (FRL) serta perbedaan skema perdagangan karbon dan Result-Based Payment (RBP). Studi kasus Kalimantan Timur yang sudah menerima pembayaran berbasis hasil pun jadi bahan diskusi hangat. Materi ini disajikan oleh Muhammad Ridwan, Direktur Eksekutif PT. CKL yang juga cukup dikenal sebagai ‘penghitung karbon terbaik di Indonesia’. **
Ardya H Gustawan


No comment