Training Eksekutif CKL:Menangkap Prospek Masa Depan NEK

Santai penuh keakraban tapi ‘mendalam’. Demikian kegiatan Training Eksekutif yang digelar CKL selama tiga hari ini.

NILAI Ekonomi Karbon (NEK) sejak beberapa waktu terakhir kian menarik perhatian. Masa depan pasar karbon pun ramai dibahas. Lalu bagaimana cara meraihnya?

Salah-satunya ialah dengan mempersiapkan diri, baik dari segi keterampilan teknis penghitungan karbon hingga kecakapan dalam penyusunan DRAM. Serentetan pelatihan terkait hal itu telah banyak digelar. Tak sedikit para pihak begitu antusias untuk mendapatkan ilmu dan keterampilan tentang hal itu.

PT. Cedar Karyatama Lestarindo (CKL), sebagai lembaga terkemuka dalam penyebaran ilmu serta peningkatan kapasitas SDM terkait hal tersebut, pun terus menebar kiprahnya. Selama tiga hari terakhir ini (27 – 29/08/2025) CKL menggelar ‘Mitigation Action Awareness (Executif Training)’ bertempat di salah-satu ruang kantor CKL di Bogor.

“Ini adalah yang pertama kalinya CKL menggelar Executive Training. Pesertanya enam orang dari berbagai instansi dan latar belakang. Mulai dari perwakilan perusahaan besar, praktisi di lapangan, hingga individu yang penasaran soal karbon,” ungkap sumber di CKL.

Santai Tapi Mendalam

Executive Training ini diikuti oleh peserta dengan motivasi yang beragam. Menurut Nanda (PT MMS), dengan mengikuti training ini dirinya ingin memahami kaitan carbon accounting dengan sertifikasi ISPO. Sementara Angga (juga dari PT MMS), mengatakan bahwa sebagai pihak yang bertanggung jawab atas sertifikasi perusahaan, Dia ingin mendalami integrasi aspek karbon.

“Saya hadir di training ini karena penasaran pribadi, ingin tahu peluang bisnis karbon,” tutur Rio, seorang profesional logistik di proyek smelter.  “Meski sudah berpengalaman mengelola HTI gambut, tetapi ingin memperkuat pemahaman regulasi karbon,” ungkap Rian Riantomo (PT WKS – Jambi, bagian dari Sinar Mas Group).

 Sementara bagi Ardya H Gustawan (IPB University), mengatakan; “Dengan ikut serta di training ini, ingin mengetahui regulasi dan kebijakan mengani carbon credit di Indonesia lebih luas,” ucapnya.

Dalam sambutan pembukaannya, Muhammad Ridwan (Direktur Eksekutif PT. CKL) menekankan bahwa training ini dirancang dengan suasana enjoy dan santai, tetapi tetap serius mencapai tujuan.

Lebih jauh Ridwan menjelaskan, bahwa Setiap tahun pihaknya hanya menyelenggarakan satu kali Public Training, dengan tiga fokus utama: Carbon Accounting, Penyusunan DRAM, serta Verifikasi dan Validasi.

 “Kalau di tempat lain training bisa sampai dua minggu dengan materi berulang. Kali ini kami meraciknya lebih ringkas, optimal, dan tepat sasaran,” ujar Ridwan.

Ardya H Gustawan

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *