Fitria D Raswatie: “Mobil Listrik OK. Tapi Utamakan Transportasi Publik”

Seorang akademisi IPB University mengungkapkan bahwa penggunaan mobil listrik, terutama pada transportasi publik, adalah langkah bersama untuk menekan dampak perubahan iklim.

ADALAH Fitria Dewi Raswatie, SE, M.Si yang mengungkapkan hal itu belum lama ini. Kepada Reporter GI, dalam sebuah wawancara dikatakannya, bahwa mobil Listrik merupakan salah satu bentuk alternatif yang digadang gadang lebih ramah lingkungan.

Namun seberapa pengaruh mobil listrik ke perubahan lingkungan?

“Penggunaan mobil listrik itu langkah bersama untuk menekan dampak perubahan iklim,” ucap Fitria.

Menurutnya, penggunaan mobil listrik mempunyai pengaruh terhadap pengurangan emisi terutama di emisi gas buang dibandingkan dengan mobil berbahan bakar fosil. Meski demikian, mobil listrik bukan solusi tunggal. “Tetapi inilah salah-satu langkah bersama untuk menekan perubahan iklim dunia saat ini,” tambahnya.

Transportasi Publik

Di Indonesia saat ini penggunaan mobil listrik sudah banyak berkeliaran di kota kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Lain-lain. Selain untuk pengurangan emisi, mobil listrik juga memiliki kelebihan di bidang fitur-fitur yang tersedia.

Maka tak heran jika hal tersebut juga yang menyebabkan masyarakat sekarang lebih memilih untuk membeli mobil listrik.

Namun, lebih jauh, dosen yang satu ini lebih tertarik membahas mobil listrik pada transportasi umum, sebagai solusi bagi ‘penyehatan lingkungan’.“Selain teknologi kendaraan yang lebih ramah lingkungan, solusi yang saya harapkan adalah perbaikan transportasi publik,” tutur Fitria.

“Kalau transportasi umum nyaman, murah, dan mudah diakses, masyarakat akan lebih memilih itu dibanding punya mobil pribadi. Jadi bukan hanya ganti jenis kendaraan, tapi juga mengubah pola mobilitas kita,” tambahnya.

Adi, Mhs ESL IPB

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *