Tingginya animo pihak swasta untuk mengikuti training DRAM dan Carbon Accounting menuntut penyelenggara (PT. CKL) menggelar training eksekutif. Tanpa harus menunggu jadwal yang terasa lama, hanya 6 – 8 peserta sudah dapat mengikuti training.

NUANSA baru kegiatan training digelar oleh PT. Cedar Karyatama Lestarindo (CKL). Jika –kerap seperti diberitakan media ini– sejak beberapa tahun lalu, kegiatan sejenis digelar secara berkala, mulai sekarang hal ini tampaknya akan lebih sering. Peminat peserta training bisa kapan saja menimba ilmu dan melatih ketrampilannya, khususnya terkait pembuatan Draf Rencana Aksi Mitigasi (DRAM), Penghitungan Karbon (Carbon Accounting) dan sebagainya.
“Kapan saja training eksekutif ini bisa digelar. Bila calon peserta mencapai 6 – 8 orang tinggal ditentukan waktu yang tepat. Tempat pelatihan pun tersedia, yakni di ruang eksekutif di Kantor PT. CKL,” ungkap panitia di perusahaan tersebut.
Peningkatan Kapasitas
Sejak tahun 2021, perusahaan swasta sektor energi, industri, pertanian, limbah serta kehutanan dan lahan di Indonesia makin serius untuk berpartisipasi dalam upaya penurunan emisi. Hal ini terjadi setelah keluarnya Peraturan Presiden Nomor 98 Tahun 2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon (NEK).

Apalagi setelah terbitnya Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Nomor 21 Tahun 2022 tentang Tata Laksana Penerapan Nilai Ekonomi Karbon dan Peraturan Menteri LHK Nomor 7 tahun 2023, dunia usaha makin banyak yang menghitung potensi penyerapan/pengurangan emisi dari upaya aksi mitigasinya.
“Kegiatan Mitigation Action Awarness (Executive Training) ini menjadi salah satu upaya peningkatan kapasitas dunia usaha,” ungkap Muhammad Ridwan, Direktur Eksekutif PT. CKL kepada GI.
Lebih jauh dikatakannya, bahwa training ini sangat tepat diikuti oleh parapihak terutama akademisi, pemerintah, LSM, mahasiswa, perusahaan kehutanan, perkebunan kelapa sawit dan perusahaan pertambangan yang berencana untuk melakukan kegiatan aksi mitigasi pengurangan emisi dalam lingkup unit manajemennya.
Training Eksekutif Perdana
Mulai hari ini, Rabu 27 hingga 29 Agustus 2025, kegiatan training eksekutif perdana yang diikuti oleh lima peserta. Mereka terdiri dari PT. Mitra Mendawai Sejati (MMS) (3 orang), IPB University (1 orang), dan dari PT. Wira Karya Sakti (WKS (1 orang). Selain belajar di kelas, kegiatan pratikum lapangan pun dilakukan di Hutan Hutan IPB atau Hutan CIFOR.
Diharapkan, dengan kegiatan ini akan dapat meningkatkan pemahaman peserta terkait kebijakan tingkat nasional dan internasional terhadap perubahan iklim, serta meningkatkan kapasitas peserta dalam kegiatan pengambilan data karbon lapangan dan penghitungan stok karbon area hutan dan lahan.

Selanjutnya, training eksekutif PT. CKL bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta terkait Forest Reference Level (FRL) sebagai basis penghitungan referensi emisi area hutan dan lahan, meningkatkan pemahaman peserta terkait pilihan aksi mitigasi dan penghitungan pengurangan emisi berdasarkan aksi mitigasi sektor hutan dan lahan/Forest and Other Land-Use (FOLU), serta meningkatkan pemahaman peserta terkait pilihan aksi mitigasi dan penghitungan pengurangan emisi berdasarkan aksi mitigasi sektor limbah.
***Riz***


No comment