Udang: ‘Permata’ Aquakultur Nusantara

Kolaborasi masyarakat & pemerintah diharapkan akan mampu meningkatkan  cuan pembudidaya.

LAUT biru nan luas, dengan serpihan pulau, serta jutaan potensi perikanan yang melimpah, terhampar di Nusantara. Indonesia sendiri memiliki potensi perikanan sebanyak Rp. 3,6 Triliun pada tahun 2019 (KKP, 2019). Indonesia pun bahkan sering kali unjuk gigi dalam potensi udangnya di kancah dunia. Tahun 2018 indonesia menghasilkan udang ekspor sebanyak 212.961.523 kilogram.

Walau bentuknya kecil melengkung, udang merupakan komoditas perikanan yang paling banyak kedua di ekspor Republik ini. Pada posisi pertama di tempati oleh rumput laut yang menyumbang ¼ dari hasil ekspor produk perikanan Indonesia (Buku Ekspor, 2018).

Menunggu Kiprah Pemerintah

Sayangnya potensi udang indonesia ini tidak selalu berjalan dengan baik. Hal ini sering  terjadi karena pengelolaan budidaya di Indonesia yang kurang baik. Mulai dari pembibitan sampai pembesaran yang membuat hasilnya tidak pasti.

Di sisi lain, persaingan pasar global yang semakin kompetitif, baik dari kualitas maupun kuantitas produk, menjadikan ancaman bagi perdaganan Indonesia di pasar Internasional. Di sinilah, dibutuhkan usaha yang lebih komprehensif dan teritegrasi untuk meningkatkan pangsa pasar.

Sementara negara yang mempunyai daya saing tinggi akan memiliki kemampuan untuk bertahan, bahkan menguasai pasar udang dunia.

Penyebab ketatnya  persaingan di pasar dunia cukup beragam. Diantaranya dikarenakan beberapa negara memproduksi produk yang sama dengan kualitas yang lebih baik. 

Untuk itu, peran pemerintah sangat dinantikan dalam menggairahkan bisnis yang satu ini di tengah potensi  luar biasa yang dimiliki Nusantara. Dengan sedikit ‘bumbu’ pengelolaan kebijakan yang baik serta berkelanjutan, bukan tidak mungkin, Indonesia bisa menjadi pengekspor udang terbesar di dunia. Aamiin… *

(Emir)

No comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *