Keindahan bulunya menjadi daya tarik burung ini. Selain itu juga memiliki suara yang khas. Burung ini memangsa serangga dan hewan-hewan kecil
SUATU pagi di Tanah Borneo. Lepas bangun di pagi hari, penulis menyempatkan berjalan ringan di sekitar mess. Saat itu penulis termasuk dalam sebuah tim PT. Cedar Karyatama Lestarindo (CKL) dalam rangka survey lapangan.

Hari kemarin yang berat cukup menyita tenaga, hanya menyisakan sedikit energi. Sedikit bergerak selepas bangun cukup membantu menjaga badan agar tetap fit.
Tidak jauh dari mess, di pohon angsana besar penulis sekelabat melihat seekor burung hinggap. Tak lama, datang seekor burung dengan jenis sama hinggap di ranting dekatnya. Penulis coba lebih memerhatikan, burung ini memiliki sayap warna biru, bagian leher putih, dan paruh runcing berwarna oranye.
Tak lain dan tak bukan burung ini adalah Cekakak Jawa. Burung ini dikenal juga dengan nama Javan Kingfisher. Oleh masyarakat lokal, disebut juga dengan nama Tengkakak.

Burung ini lama hinggap di ranting tersebut. Sesekali tampak seperti mengibaskan sayapnya. Kadang sambil menggerakkan badan. Menghadap kiri ke kanan seperti sedang berolahraga ringan juga.
Keindahan bulunya menjadi daya tarik burung ini. Selain itu juga memiliki suara yang khas. Burung ini memangsa serangga dan hewan-hewan kecil.
(Aslam)


No comment