Pada tanggal 4 Juni 2025, PT Cedar Karyatama Lestarindo telah melaksanakan kegiatan In House Training mengenai Penurunan Emisi pada Sektor Pertanian.
META Dwi Yanti, S,Hut sebagai pengisi materi dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa penurunan emisi dalam sektor pertanian dapat dilakukan melalui tiga bentuk; yaitu melalui pengelolaan lahan, penggunaan pupuk organik dan biogas, serta melakukan perbaikan pakan ternak melalui pakan hijau dan konsentrat. Pada pelaksanaannya,

Meta menyampaikan bahwa terdapat banyak metode yang bisa digunakan dalam menghitung penurunan emisi di sektor pertanian, seperti metode yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup, UNFCCC, serta VERRA.
Pada dasarnya, perhitungan emisi baseline pada sektor pertanian memiliki kesamaan dengan sektor lainnya, yaitu hasil perkalian antara data aktivitas (DA) dengan faktor emisi (FE), begitu pun dengan emisi aksi mitigasi.
Pada umumnya, data aktivitas meliputi tonase pupuk, tonase kandungan zat kimia tertentu, luasan lahan, serta produksi TBS. Adapun faktor emisi yang diguanakan dapat bersumber dari IPCC Guideline (Tier 1) bahkan rata-rata data lapangan (Tier 3).
Menariknya pelatihan ini tidak hanya berfokus pada pemahaman teoritis, namun disempurnakan dengan pengalaman praktis perhitungannya. Dengan demikian, peserta In House TrainingPT Cedar Karyatama Lestarindo diharapkan memiliki pemahaman yang komprehensif dalam menghitung dan membuat skema penurunan emisi pada sektor pertanian.
Penurunan emisi pada sektor pertanian menjadi langkah awal dalam mengupayakan pertanian yang berkelanjutan di Indonesia, sehingga dalam jangka panjang dapat menekan terjadinya perubahan iklim yang sesuai dengan SDG’s ke-13 yaitu climate action.*
(Faisal)


No comment