Bertemu dengan satwa langka pada habitat aslinya, tentu sesuatu banget. Tidak semua orang punya kesempatan mendapatkan peluang tersebut. Hanya orang-orang special dan berani saja yang akan menikmati keistimewaan itu. Hal inilah yang membuat banyak wisatawan domestik dan mancanegara begitu antusias untuk mengunjungi Taman Nasional (TN) di Indonesia.

Disamping besarnya tantangan dalam pengelolaan TN di Indonesia, pada saat bersamaan hadir begitu banyak peluang. Keanekaragaman hayati dan status langka flora dan fauna membuat banyak pihak ingin datang dan kerjasama dengan Indonesia. Hanya saja permasalahan lapangan lebih sering muncul ke publik daripada uniknya setiap TN.

Peluang kerjasama dengan parapihak sangat terbuka dalam melestarikan TN. Termasuk dengan pihak luar negeri. Menurut Wiratno, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) – KLHK, “Pengelolaan TN sekarang semakin profesional. Wisatawan yang datang ke TN sekarang bisa menikmati sensasi memandikan gajah, patroli hutan dengan gajah dan berbagai aktivitas bersama gajah lainnya. Sensasi seperti ini sungguh menyenangkan dan membanggakan. Bisa menemui dan beraktivitas bersama gajah pada habitat aslinya merupakan suatu keistimewaan bagi pengunjung”.

Hal istimewa ini bisa dilakukan oleh pengunjung pada TN Way Kambas, Lampung. Hewan langka berukuran super besar ini dapat diajak bermain oleh pengunjung. Ini merupakan sebuah kemajuan yang hebat dalam pengelolaan TN. Selama ini wisatawan sulit untuk meihat apalagi berinteraksi dengan hewan langka pada habitat aslinya. Keseriusan TN mengembangkan berbagai pengelolaan lapangan semakin bisa memanjakan masyarakat yang berkunjung ke TN.

Apabila ingin merasakan sensasi bertemu dengan orang

utan pada hutan belantara juga sudah bisa dilakukan. Beberapa TN di Kalimantan sudah cukup profesional dan ramah dengan orangutan. Orangutan bisa ditemukan pada habitat aslinya. Dulu para peneliti sangat kesulitan menemui orangutan di hutan. Sekarang dengan pengelolaan TN yang makin baik, pengunjung bisa bermain dan bercengkerama dengan orangutan yang langka. “Bahkan bisa sambal selfie” tambah Wiratno. Hal-hal seperti ini tidak banyak diketahui publik.

Di TN Komodo, wisatawan juga bisa bertemu dengan Komodo (Varanus komodoensis) pada habitat liarnya. “Wisatawan bisa bertemu dengan gagahnya biawak raksasa salah satu keajaiban dunia yang ada di Indonesia. Hanya orang-orang beruntung saja yang bisa bertemu hewan langka ini. Butuh perjuangan dan keinginan yang kuat untuk bisa sampai di Pulau Komodo. Justeru wisatawan mancanegara saat ini yang banyak berkunjung ke Pulau Komodo. Bukan hanya melihat Komodo tapi wisatawan bisa menyaksikan atraksi Komodo diberi makan”, tutur Dirjen KSDAE dengan bangga.

***MRi***