Judul Buku       : Panduan Praktis Perhitungan Penurunan Emisi Kegiatan RIL
Penulis               : Muhammad Ridwan, Nana Suparna, I Wayan Susi Dharmawan, Agung Nugraha,
Bambang Widyantoro.
Penerbit             :  Wana Aksara
Volume (isi)      : 115 halaman
Tahun Terbit    : 2020

 

Momok dampak perubahan iklim telah melanda dunia sejak beberapa tahun terakhir. Gejala alam itu kian lama makin mengancam kehidupan manusia, dan memang perlu mendapat perhatian serius. Maka tak heran jika para ilmuwan serta pemerintahan negara di seluruh dunia cemas dan bergegas untuk bisa mengantisipasi kerusakan ekosistem.

Berbagai  upaya dilakukan, diantaranya adalah menahan laju peningkatan emisi karbon di jagat raya ini. Indonesia pun berkomitmen untuk ikut berpatisipasi menurunkan emisi dunia. Berbagai regulasi dan program aksi di lapangan telah dilakukan secara sistematis di semua sektor.

Kehutanan merupakan salah-satu sektor paling strategis di Indonesia. Harapan dan peluang kontribusinya untuk menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sangat  besar, yakni 17,2% dari target penurunan emisi 29% yang diamanatkan dalam Nationally Determined Contribution (NDC) 2016.

Tantangan itu harus dijawab. Tentunya diperlukan kerja keras, teknologi, serta peran aktif dari berbagai pihak, dari pusat (nasional) sampai ke daerah-daerah, pemerintah maupun dunia usaha (swasta}. Dan yang tak kalah pentingnya lagi, penurunan emisi tersebut harus terukur, dan jelas,   agar upaya dan harapan tidak sia-sia. Inilah, yang –mungkin– menurut kebanyakan orang selama ini merupakan salah-satu kendala di tengah tuntutan kontribusi penurunan emisi. Apalagi bagi awam, menghitung penurunan emisi bagaikan ‘menakar awang-awang’.

Kini hal itu terjawab sudah. Lewat sebuah buku baru, yang diterbitkan Wana Aksara, para pihak terkait diberi petunjuk bagaimana menakar kejadian di cakrawala itu. Lewat judul buku; “Pedoman Praktis Perhitungan Penurunan Emisi Kegiatan RIL”, para penulis buku –yang juga para peneliti atau pakar di bidang perubahan iklim, memaparkan ilmu pengetahuan serta teknik-teknik praktis untuk mengukur penurunan emisi. Disamping itu, berbagai hal menarik lainnya di lapangan juga tersaji dalam buku ini.

Bagusnya lagi,  buku ilmu pengetahuan (sains) ini disajikan secara menarik, dalam bahasa yang cukup lugas dan enak dibaca. Hanya saja, tentu di bagian tetentu ditemukan rumus-rumus matematis serta angka-angka yang tentunya agak berat bagi pembaca umum. Sesuai judul, jelas hal tersebut tak bisa dihindari, karena buku ini sudah barang tentu, adalah bacaan penting bagi para ilmuwan, peneliti, surveyor, serta para paktisi kehutanan dan perubahan iklim.

***Riz***