Seperti analogi sederhana mematikan binatang buas. Untuk mematikan binatang buas dan berbahaya, tidak perlu membunuhnya satu persatu, karena dia akan berkembang biak. Tapi hilangkanlah sumber pakan dan habitat tempat tumbuh kembangnya, maka dia akan mati dengan sendirinya. Begitu juga dnegan virus, kalau inangnya tidak ada, maka secara langsung dan tidak langsung korona akan mati dengan sendirinya.

Pak Asep, jadi gaharu ini dapat menghentikan banyak virus ?

Ya, tepat sekali. Kita ambil dua contoh penyakit, yaitu penyakit pernapasan kronis dan kanker, sebagai penyebab utama dibalik kematian para korban akibat virus corona, seperti yang disebutkan pada data statistik. Perlu diingat, bahwa, ada banyak senyawa sesquiterpenes didalam gaharu atau produk “HaRus”. Beberapa diantaranya yaitu termasuk kedalam kelompok guaiene, gurjunene, muurolene dan eudesmol. Nah, senyawa sesquiterpene seperti kelompok gurjunene, muurolene dan eudesmol ini dapat melawan virus H5N1, yaitu virus yang menyebabkan gangguan pernafasan akut. Apabila infeksi virus H5N1 ini dibiarkan berkembang dengan baik pada manusia, maka infeksi virus ini dapat berubah menjadi penyakit flu burung (avian influenza).

Bagaimana hubungan gaharu dnegan kangker ?

Senyawa guaiene dapat melawan bakteri Helicobacter pylori yang tumbuh di saluran pencernaan dan memiliki kecenderungan menyerang lapisan perut. Bakteri ini dapat menginfeksi perut sekitar 60% dari total populasi orang dewasa didunia dunia (Hooi JKY, et al 2017). Lembaga kesehatan Amerika Serikat, Healthline.com, mengungkap bahwa bakteri Helicobacter pylori dapat menyebabkan infeksi pada tukak lambung (peptic ulcers). Akan tetapi, infeksi atau pada tukak itu sendiri juga dapat menyebabkan menuju komplikasi yang lebih serius. Selain itu, penelitian dari Institut Kanker Nasional Amerika Serikat (National Cancer Institute) yaitu Cancer.gov, juga menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi bakteri Helicobacter pylori itu memiliki risiko yang tinggi menderita kanker perut.

Lalu senyawa apa lagi yang bermanfaat dalam gaharu

Banyak. Ada kelompok guaiene, gurjunene, muurolene, dan eudesmol. Pada saat yang sama, senyawa-senyawa dari kelompok ini juga dapat melawan jamur atau cendawan dari spesies Aspergillus, termasuk Aspergillus niger. Efek infeksi dari spesies jamur ini akan sangat memengaruhi sistem pernapasan pada manusia, dan dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti kulit, otak, dan ginjal. Lembaga kesehatan Amerika Serikat, Healthline.com mengungkap bahwa, ada beberapa jenis infeksi yang ditimbulkan dari serangan jamur ini yaitu alergik bronkopulmonalis aspergillosis (allergic bronchopulmonary aspergillosis), aspergilloma (chronic pulmonary aspergillosis), dan aspergillosis invasif (invasive aspergillosis). Penyakit ini dapat menginfeksi seseorang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, memiliki penyakit paru-paru, dan kanker darah.

Dengar-dengar, gaharu bisa juga melawan Flu Asia

Benar. Kelompok senyawa guaiene yang ada didalam “HaRus” ini juga sangat berpotensi melawan virus H2N2, yaitu virus yang menyebabkan penyakit terkenal pada tahun 1957-1958 itu, yaitu Flu Asia (Asian Flu). Flu Asia adalah pandemi yang berhasil merenggut nyawa sekitar 1,1 juta orang di seluruh dunia.

Dengan demikian gaharu sangat berperan untuk Kesehatan ?

Dari uraian saya diawal mengenai sesquiterpene, rasanya cukup membuat kita mulai memahami bahwa senyawa-senyawa kimia pada gaharu itu dapat berperan sangat penting bagi kesehatan manusia. Ingat, beberapa uraian yang telah saya kemukakan diawal itu adalah hanya beberapanya saja dari sekian banyak manfaat sesquiterpene lainnya didalam resin gaharu itu. Tidak mungkin saya uraikan secara detil satu per satu karena keterbatasan waktu didalam wawancara yang singkat ini. Nanti kita bisa lanjutkan diskusi mengenai ini.

Manfaat gaharu hanya pada resinnya saja atau pada bagian lainnya ?

Selain pada resin gaharu itu sendiri, masih banyak manfaat kesehatan lainnya yang dapat dikembangkan seperti dari daun gaharu, dan kayu segarnya. Pada daun gaharu, terdapat kandungan senyawa kimia seperti mangiferin, Iriflophene 2-O-alpha-L-rhampyraside, dan Genkwanin 5-O-beta-primeveroside. Nah, kandungan senyawa kimia seperti mangiferin pada daun gaharu itu memiliki potensi sebagai anti-diabetes, anti-HIV, anti-kanker, dan anti-peradangan. Lalu, kandungan senyawa Iriflophene 2-O-alpha-L-rhampyraside, juga sangat efektif untuk mengatasi masalah-masalah alergi. Senyawa Genkwanin  juga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi persoalan buang air besar (BAB).

Kayu gubal ada manfaat Kesehatan, kah ?

Pada kayu gubal atau kayu segar gaharu memiliki kandungan senyawa kimia seperti Balanophonin yang memiliki sifat sitotoksisitas (sifat merusak suatu zat pada sel) tehadap kanker lambung. Lalu, didalam kayu segar gaharu itu juga memiliki senyawa Lariciresinol, yaitu yang memiliki sifat sitotoksisitas tehadap kanker lambung dan kanker hati.

Kaitan semua cerita ini dengan korona ?

Nah, apabila beberapa jenis virus dan bakteri seperti diatas dibiarkan berkembang dengan baik didalam tubuh manusia, maka penyakit yang ditimbulkannya itu dapat menjadi calon inang yang baik bagi virus korona untuk melakukan reproduksinya.

Jadi, gaharu bisa memutus mata rantai dan secara langsung atau tidak langsung mematikan korona ?

Jadi ringkasnya, pertama, senyawa sesquiterpene itu dapat memainkan beberapa peranan pada waktu bersamaan, yaitu dapat bersifat anti-activity terhadap bakteri, anti-activity terhadap jamur/cendawan dan anti-activity terhadap virus penyebab suatu penyakit. Kedua, sesquiterpene dapat dipahami secara sederhana atau dibahasakan sebagai – peran penting antara – pemutus mata rantai penyakit ditengah wabah corona. Dengan mencegah berkembangnya suatu jenis penyakit lain sebagai kondisi pemungkin bagi si virus untuk menemukan inang dan melakukan reproduksinya maka virus ini secara langsung atau tidak langsung akan mati dengan sendirinya.

Apa harapan Pak Asep dengan gaharu ?

Bisa kita bayangkan, betapa membahagiakannya kehidupan ini, menyaksikan produk-produk anti-kanker, anti-virus H2N2 (flu asia), anti-virus H5N1 (flu burung), dan lain-lainya digunakan orang Eropa, Amerika Serikat dan masyarakat dunia lainnya. Itu bisa dihasilkan dari gaharu. Pohon ini asli dan tumbuh di hutan-hutan Indonesia.

Produk turunan dari gaharu ini bisa dibuat oleh masyarakat dan kelompok tani kita. Untuk itu perlu dilakukan pengembangan riset yang lebih jauh lagi dan membantu masyarakat sekitar hutan untuk berbisnis dan mengolah gaharu menjadi produk turunannya. Banyak hal produktif yang dapat dikembangkan dimasa yang akan datang antara masyarakat atau kelompok tani hutan. Salah satunya menjadikan gaharu sebagai produk Kesehatan. Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Badan Litbang dan Inovasi, KLHK, bisa membantu masyarakat dan butuh dukungan kerjasama parapihak.

***AYH & MRi***