#Tatkala musibah akibat dampak iklim melanda, armada 4×4 sungguh diperlukan#

Menyedihkan. Laporan dari Tim Relawan LJOC 4×4, Kamis malam (9/01) memaparkan sejumlah desa masih saja terisolir akibat longsor dan banjir bandang di wilayah Bogor bagian barat. “Banyak desa yang terkena bencana alam. Diharapakan agar bantuan tidak menumpuk disatu titik saja,” ungkap Dedi Hidayat, Tim LJOC yang sudah hampir seminggu di lokasi.

Tercatat dampak ganasnya iklim di wilayah tersebut meliputi Kecamatan Jasinga, Cigudeg, Harkat Jaya, Sukajaya dan Kecamatan Nanggung. Bahkan di Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, warga sudah mulai kelaparan dan belum terjamah bantuan sama sekali.

Hingga berita ini ditulis, akses jalan masih berlumpur dan baru bisa dilewati oleh kendaraan khusus seperti trail dan jip 4X4. Dilaporkan ada empat desa yang terisolir dan sama sekali tertutup. “Dari titik jalan menuju desa berjalan kaki selama 4 jam,” jelas Dedi.

“Yang terparah Desa Pasir Madang, Kampung Gunung dan Kemang. dimana hampir semua pemukiman tersapu banjir bandang dan longsor,” jelas anggota LJOC itu. “Kami yakin masih ada korban yang tertimbun dan belum bisa di evakuasi dan titik lokasi korban berada di lerengan longsor,” tambahnya.

KOMUNITAS LJOP Peduli Bencana

Komunitas Litle Jip Owner Community (LJOC) yang bernaung di bawah Indonesia Offroad Federation (IOF) Pencab Bogor, sejauh ini tercatat paling aktif, disamping terbesar dari segi jumlah anggota.

Dalam musibah banjir dan longsor di awal 2020 ini, LJOC menunjukkan ketanggapannya. Meski bergerak berkelompok, namun di lapangan selalu ada armada yang hadir, mengevakuasi korban serta mengirim logistik ke tempat yang tidak bisa dijangkau kendaraan pada umumnya. Kehadiran Komunitas LJOP ini meskipun kecil diharapkan mampu melerai duka masyarakat akibat bencana dan bencana tidak terulang lagi.

**Riz**