Indonesia kembali menjadi perhatian dunia terutama Asia dalam isu perubahan iklim. Para peneliti perubahan iklim yang terbagung dalam Low Carbon Asia Research Network (LoCARNet) baru-baru ini melakukan pertemuan di Jakarta. Keberadaan Indonesia sebagai tuan rumah menunjukkan betapa pentingnya Indonesia dalam percaturan perubahan iklim di Dunia, terutama Asia. Negara- negara Asia berpotensi merubah Kesepakatan Paris menjadi Kenyataan.

Peran Asia dalam penurunan emisi global saat ini menjadi begitu krusial. Menurut beberapa peneliti menyebutkan bahwa Asia memiliki kelebihan berupa potensi sumberdaya terbarukan untuk energi dan hutan tropis yang tersedia begitu besar. Dengan adanya dua isu besar ini, maka Asia akan menjadi penentu penting dalam penurunan emisi karbon ke depan.

Menurut para peneliti perubahan iklim, sekarang bukan saatnya lagi untuk berbedat. Yang lebih penting adalah mempercepat implementasi dan meningkatkan berbagai aksi mitigasi perubahan iklim. Bukti-bukti ilmiah sudah sangat banyak dan hampir seluruh negara di dunia sudah merasakan dampaknya. Untuk peningkatan berbagai aksi mitigasi ini sangat penting melakukan kolaborasi parapihak dan mengajak partisipasi intensif dari masyarakat.

Asia Setara dengan Negara Maju

Para ilmuan menyadari bahwa ilmuan muda  atau istilah zaman now disebut sebagai kaum millennial sangat penting untuk dilibatkan. Keberadaan kaum millennial yang merupakan generasi penerus mesti mulai sering dilibatkan dalam pertemuan-pertemuan peneliti perubahan iklim. Ide dan cara berfikir kaum millennial diyakini bisa menjembatani dan menjadi perspektif baru dalam perencanaan dan implementasi perubahan iklim.

Selain itu, keberadaan LoCARNet dianggap penting untuk ikut mendorong para pemimpin Asia dalam membuat kebijakan rendah karbon. Para peneliti dapat memberikan bukti-bukti ilmiah agar para pemimpin lebih tepat dalam membuat kebijakan terkait perubahan iklim.

Para delegasi ilmuan-ilmuan perubahan iklim Asia meyakini bahwa dalam konteks perubahan iklim, jalur dan strategi yang diambil oleh negara maju belum tentu adaptif dan cocok untuk negara-negara Asia. Untuk itu Asia diyakini dapat menemukan jalan sendiri yang sesuai dan tepat untuk menurunkan emisi global. Negara-negara Asia bisa berdiri sendiri dan sejajar dengan negara maju dalam usaha penurunan emisi global. Hal yang dibutuhkan negara-negara Asia adalah bantuan kerjasama penelitian dan kerjasama dalam finansial. Para peneliti Asia bahkan yakin, bukan tidak mungkin Asia menjadi pemimpin dunia dalam upaya penurunan emisi global.

Asia Kunci Penting Mencapai Kesepakatan Paris

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. Arif Satria yang menghadiri kegiatan LoCARNet mengapresiasi pertemuan para peneliti perubahan iklim Asia di Indonesia. “Dari pertemuan LoCARNet ini saya meyakini akan terjadi saling berbagi pelajaran dan pengalaman dalam inisiatif, strategi, kebijakan, dan tindakan terhadap pertumbuhan rendah karbon yang tahan iklim. Informasi ini penting untuk mengembangkan kebijakan berbasis ilmiah untuk pertumbuhan rendah karbon dan ketahanan iklim di kawasan Asia, khususnya peningkatan teknologi di sektor tertentu”.

Lebih lanjut Rektor IPB menjelaskan bahwa, “Pertemuan LoCARNet ke-7 merupakan upaya untuk menindaklanjuti Kesepakatan Paris yang ingin menahan laju pemanasan global di bawah 2 °C sambil mengejar upaya untuk membatasi di bawah 1,5 °C. Untuk mencapai target 2 °C, sebagian besar upaya penurunan emisi CO2 tidak hanya dari energi dan industri, tetapi juga dari perubahan penggunaan hutan dan lahan, khususnya di negara-negara berkembang”.

Untuk memenuhi target membatasi laju pemanasan global dibawah 1,5 0C tentu membutuhkan upaya yang sungguh-sungguh bagi setiap negara yang ikut meratifikasi Perjanjian Paris. “Target 1,5 0C sesuai Perjanjian Paris jelas membutuhkan lebih banyak tindakan dibandingkan dengan target 2 °C sebelumnya. Sejalan dengan itu, tantangan yang dihadapi oleh negara secara otomatis akan meningkat untuk mencapai tujuan yang lebih tinggi, apalagi Asia dikenal sebagai penghasil emisi terbesar di dunia. Namun demikian inilah kesempatan Asia. Dengan kondisi ini, Asia akan menjadi pemain kunci dalam berkontribusi untuk mengubah tujuan Kesepakatan Paris menjadi kenyataan”, pungkas Rektor IPB.

***MRi***