Ditengah hiruk pikuknya kehidupan, penatnya aktivitas keseharian dan gempitanya semesta, niscaya diperlukan sebuah suasana yang bisa menentramkan jiwa dan menyejukan hati.  Sebongkah suasana kedamaian yang didambakan bisa ditemukan di Kawasan Wisata Air Terjun Curug Tenang atau yang lebih dikenal dengan sebutan Air Terjun Bedegung

Air Terjun Bedegung

“Bedegung” begitulah sebuah nama yang sangat tidak asing di telingan ‘wong kito’ (sapaan akrab orang Palembang).  Air terjun ini sangat indah karena  berada pada alam yang indah membentang, dikelilingi oleh hutan, kebun kopi yang semerbak harum bunganya, pohon durian yang rindang dan taman keanekaragaman hayati yang mulai mempesona.  Suasana yang penuh kedamaian tersebut diiringai dengan merdunya kicauan burung dan sesekali terdengar pekikan siamang (sejenis primata) dibalik bukit.

Nama air terjun tersebut sesuai dengan tempat keberadaannya yaitu Desa Bedegung, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.Untuk dapat menikmati ketenangan di daerah tersebut kita harus menghabiskan perjalanan darat selama kurang lebih 5-6 jam untuk menembus jarak 240 km melalui rute Palembang – Indralaya (30 km) – Prabumulih (60km) – Muara Enim (90km) – Desa Bedegung (60km) menggunakan mobil rental atau kendaraan pribadi. Perjalanan yang cukup panjang tersebut sangat bisa dinikmati karena disepanjang jalan tersedia kuliner Palembang seperti mpek-mpek, pindang baung atau patin (kuah/sayur ikan khas sumsel). Kalau lagi musimnya kita bisa mendapatkan buah-buah tropika yang sangat nikmat rasanya, seperti buah Duku Palembang dan durian tembaga yang harum menggoda dan legit rasanya.

Ada apa di Bedegung?

Sesaat setelah mendarat di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II rasanya ingin segera menuju Kawasan Air Terjun Bedegung yang merupakan kebanggaan masyarakat “Negeri Serasan Sekundang“ (Kabupaten Muara enim). Salah satu pertanda kita sudah hamper sampai di lokasi air terjun adalah gapura yang mengantarkan kita untuk masuk ke dalam perkampungan warga Dusun Indramayu Desa Bedegung. Jangan kaget kalau ada banyak biji kopi yang  dihamparkan di badan jalan di sepanjang dusun tersebut, ternyata hal tersebut merupakan kebiasaan masyarakat dusun untuk  menjemur biji kopi hasil panen di badan jalan, mobil kita gak usah ragu untuk menggilasnya karena memang disengaja dijemur di jalan.

Di sekitar kawasan wisata tersedia lapangan parkir yang cukup luas dan bersih, serta tersedia juga warung yang menjual makanan dan minuman, jangan lupa beli tiket masuk.  Sesampai di pintu masuk Air Terjun Bedegung,  kita harus berjalan sekitar 100 meter menuju lokasi utama air terjun. Walaupun jalannya cukup nanjak, tetapi ada  fasilitas anak tangga yang bisa membantu kelancaran perjalanan.

Kabar bahagia bagi peminum, penggemar dan penikmat kopi karena tidak jauh dari Bedegung ada dusun penghasil kopi berkualitas tinggi di Sumatera Selatan, yaitu Kopi Semendo yang terletak disebelah atas Curug Tenang tersebut. Pengunjung bisa ngopi sepuasnya atau membeli produk kopi semendo yang sudah di kemas dengan kemasan premium.  Juga bagi pemburu durian, pada saat musimnya di seputar air terjun banyak batang durian yang lebat buahnya.  Bahkan tidak jauh dari lokasi bedegung ada tempat sentra durian Tanjung Enim namanya Lubuk Nipis. Pada Musim durian maka akan ditemui bertruk-truk durian yang akan dikirim ke Jakarta dan sekitarnya. Kita bisa menikmati durian yang sangat legit rasanya dan harum aromanya dengan harga yang sangat murah dan terjangkau.

Sungai Enim di sekitar Bedegung untuk arung jeram

Air terjun yang mengalir deras menuju Sungai enim menciptakan jeram yang deran dan bisa digunakan untuk olah raga arung jeram. Pihak pengelola wisata air Terjun Bedegung menyediakan seperangkat alat untuk arung jeram.  Wisatawan bisa merasakan sensasi mengalun mengarungi jeram Sungai enim yang indah.

Bedegung Kaya Akan Berbagai Flora dan Fauna

Bagi pengunjung yang mempunyai hobi penelitian, maka Curug Bedegung ini adalah sorganya flora dan fauna.  Berdasarlkan hasil kajian penulis menunjukkan adanya Keanekaragaman jenis flora yang unik disekitar curug bedegung. Ditemukan 24 jenis vegetasi pohon, 37 jenis vegetasi tumbuhan bawah, 8 jenis liana dan  1 jenis vegetasi palma.  Tidak kalah penting juga mengenai informasi Fauna.  Hasil pengamatan siang maupun malam ditemukan 67 spesies Burung, 7 spesies mamalia, 16 spesies Herpetofauna dan 25 spesies capung di kawasan Air Terjun Bedegung.

Pada lantai hutan dihuni oleh berbagai jenis tumbuhan bawah seperti Legernaiknaik, Daun lihik, Kayu tai, Paku, Cermin hutan, Ntebung, Mardika, Tuba jenu, Belidang, Resam,Kandang ayam, Kelangas, Huar, Kayu cermin,  Simbakh pitis, Akar lengkiding, Akar kekait, dan Kayu sepat

Bagi pemerhati satwa, maka sekitar ditempat wisata ini masih bisa ditemukan  berbagai jenis satwa yang unik. Satwa tersebut terdiri dari tiga taksa, yaitu: mamalia, burung, dan herpetofauna (amfibi dan reptil). Yang tak kalah menarik adalah dijumpainya odonata (capung) atau kinjeng dalam bahasa lokal.  Pada saat santai di sekitar sumber air kita bisa menemukan 26 jenis capung/kinjeng seperti Orthetrum sabina, Orthetrum testaceum Pantala flavescens, Ictinogomphus decoratus  dan Diplacodes trivialis.

Yang luar biasa di Air Terjun Bedegung adalah memiliki keanekaragaman  Jenis burung yang sangat menarik seperti Walet Sapi (Collocalia esculenta), Sempurhujan Darat (Eurylaimus ochromalus), Pentis Pelangi (Prionochilus percussus), Cucak Kuning (Pycnonotus melanicterus), Cabai Bunga-api (Dicaeum trigonostigma) dan Burung madu Kelapa (Anthreptes malacensis).

Komitmen Pemda untuk Bedegung

Hasil bincang santai dengan Bupati Terpilih Kabupaten Muara Enin (Bapak Ir. H. Ahmad Yani, MM) mengenai komitmennya terhadap pengembangan wisata Bedegung menunjukkan adanya keseriusan untuk lebih mengembangkan potensi wisata tersebut, dimana pengembangan wisata merupakan salah satu program unggulan. Sektor pariwisata diharapkan dapat memberikan effek positif baik dari segi perekonomian lokal, Pendapatan Asli Daerah (PAD) maupun serapan tenaga kerja. Begitu berharganya potensi wisata Curug Bedegung sehingga siapapun harus menjaga dan melestarikannya.

*** DSM***
Disarikan dari berbagai sumber dan hasil
pengamatan penulis