Meriah dan inspiratif. Demikian Banyuwangi Agro Expo 2018 beberapa waktu lalu. Ajang ini pun diserbu pengunjung.

Ikut hadir dalam event Hari Krida Pertanian (HKP) itu Menteri Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDT), Eko Putro Sandjojo, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, serta sejumlah pejabat terkait lainnya, baik pusat maupun daerah Banyuwangi.

Dalam kesempatan itu Pemkab Banyuwangi menyediakan puluhan hingga ratusan kilo buah segar seperti jeruk, buah naga, jambu, salak, semangka dan pisang. Menikmati buah gratis ini, disediakan setiap seremonial pembukaan Festival Agro Expo. Maka pengunjung pun bisa belajar mengenal lebih dari 300 jenis tanaman holtikultura dan pameran peternakan.

“Tahun lalu bikin bidang tanaman pangan, sekarang kami tunjukkan eksistensi petanian yang sesungguhnya,” ujar Kepala Dinas Pertanian Banyuwangi, Arief Setiawan.

Sementara itu, Mendes PDT bersama Bupati Banyuwangi juga menikmati buah-buahan yang disediakan. Keduanya keliling mengitari areal persawahan seluas 2,5 hektare yang dipenuhi dengan berbagai tanaman sudah berbuah dan siap dipetik.

“Inovasi seperti ini sangat menginspirasi. Kami mengunjungi daerah-daerah yang sektor pariwisatanya bagus supaya bisa ditiru,” kata dia.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, bahwa Festival Agro Expo sengaja disajikan lebih matang. Sejak tiga bulan lalu, persiapan Agro Expo sudah dikerjakan sehingga bisa menjadi ruang belajar dan mengembalikan semangat bertani.

“Agro Expo yang kami adakan tidak hanya display aneka bibit atau buah-buahan seperti di tengah alun-alun. Tetapi ini langsung ditanam di sawah, sehingga bisa menjadi tempat berlibur sekaligus belajar,” ungkapnya.

GREEN Indonesia (GI) ikut hadir dan bahkan menjadi salah-satu mitra penyelenggara Agro Expo yang digelar di Lapangan Kebalen – Brawijaya Banyuwangi tersebut. Seperti stand lainnya, para pengunjung pun antusias di stand yang menyajikan informasi agribisnis, isu lingkungan tersebut.

***FJ, Riz***